Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Evaluasi Ganjil-Genap l Mulai 1 Agustus Melanggar Ganjil-Genap Ditilang

Perluasan Sistem Ganjil-Genap Efektif Turunkan Polusi

Perluasan Sistem Ganjil-Genap Efektif Turunkan Polusi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai strategi dalam memperbaiki kualitas udara jelang Asian Games, seperti perluasan ganjil-genap dan uji emisi kendaraan.

 

JAKARTA - Perluasan penerapan plat nomor mobil dengan sistem ganjil-genap terbukti efektif memperbaiki kualitas udara Ibu Kota.

Berdasarkan pantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, telah terjadi penurunan konsentrasi gas CO, NO, dan HC.

“Selama penerapan perluasan sistem ganjil-genap. Polutan jenis ini bersumber dari kendaraan bermotor,” ujar Kadis Lingkungan DKI Jakarta, Isnawa Adji, melalui keterangannya, di Jakarta, Rabu (11/7).

Dia memaparkan, hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,7 persen, konsentrasi NO turun sebesar 14,7 persen dan konsentrasi HC turun sebesar 1,37 persen.

Sementara itu, di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading terpantau terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,15 persen, kosentrasi NO turun 7,03 persen, dan NO2 turun sebesar 2,01 persen. Sedangkan, di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya terjadi penurunan kosentrasi CO sebesar 1,12 persen dan NO sebesar 7,46 persen.

“Secara umum, sebenarnya semua parameter kualitas udara Jakarta masih di bawah baku mutu. Penerapan ganjil-genap mengurangi polutan-polutan yang bersumber dari kendaraan bermotor semakin berkurang, ” katanya.

Namun, ungkap Isnawa, parameter kualitas udara PM-10 yaitu partikel udara atau debu yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron masih sedikit tinggi. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya aktivitas pembangunan MRT, LRT dan penataan trotoar di Jalan Sudirman–Thamrin. “Proyek-proyek ini dipastikan selesai atau dihentikan sementara saat Asian Games, sehingga dapat dipastikan tidak akan menjadi masalah,” kata Isnawa.

Dia mengatakan salah satu parameter keberhasilan penyelenggaraan Asian Games XVII adalah terciptanya udara bersih. “Masyarakat juga dapat berperan dalam menyukseskan Asian Games dengan menggunakan transportasi umum, sehingga kepadatan kendaraan berkurang dan udara menjadi bersih,” imbuhnya.

Strategi lain yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki kualitas udara jelang Asian Games adalah mengelar uji emisi secara masif sejak tahun lalu. “Kami juga membuat aplikasi e-uji emisi, sehingga masyarakat dapat mencari bengkel penyelenggaran uji emisi dan mendaftar uji emisi mandiri secara online,” ungkapnya.

Saat ini, sudah ada 218 bengkel uji emisi yang bersertifikasi dan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui aplikasi e-uji emisi. Diharapkan seluruh kendaraan panitia penyelenggaraan Asian Games, angkutan umum yang bertrayek di sekitar venue dan wisma atlit, serta Kendaraan Dinas Operasional Provinsi DKI Jakarta sudah lulus uji emisi.

Selain uji emisi kendaraan bermotor, Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan pengawasan emisi sumber tidak bergerak dari aktifitas industri-industri di Jakarta. Hari Bebas Kendaraan Bermotor juga rutin digelar setiap Minggu pagi, tidak hanya di Sudirman-Thamrin tapi juga di tiap Kota Administratif.

 

Hemat BBM

Sebelumnya dalam evaluasi satu pekan uji coba perluasan ganjil-genap di 13 ruas jalan arteri memiliki dampak yang positif.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebutkan uji coba perluasan ganjil-genap telah menghemat penggunaan bahan bakar hingga 1,5 miliar rupiah per hari dan menghemat nilai waktu tempuh sekitar 2,9 miliar rupiah per hari.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, pihaknya mencatat adanya peningkatan kecepatan kendaraan rata-rata 26 persen. Selain itu, lalu lintas juga menjadi lebih lancar karena berkurangnya waktu tunda (delay time) rata-rata 16 persen,” kata Sigit

Sigit menjelaskan, waktu tunda setelah tiga hari uji coba ganjil-genap berkurang menjadi 235 detik dari sebelumnya 285 detik. Pemprov DKI akan terus mengevaluasi uji coba ganjil-genap hingga diberlakukan sanksi tilang pada 1 Agustus mendatang.

Dengan waktu uji coba selama satu bulan, dia berharap masyarakat sudah mendapat informasi dan sosialisasi yang baik sehingga pada penerapannya area ganjil-genap telah steril dari pelanggaran. “Nanti per 1 Agustus sudah diterapkan sanksi tilang. Artinya, pada saat itu seharusnya masyarakat sudah paham dan sudah terinformasikan, volume lalin sudah memenuhi formatnya,” tutur Sigit. 

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment