Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Artpreneur Talk 2018

Perkuat Jiwa Wirausaha Generasi Millenial

Perkuat Jiwa Wirausaha Generasi Millenial

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pertarungan bisnis di era milenial sangat ketat dan sulit diprediksi. Ini tak lepas dari karakteristik consumer-nya. Disadari bahwa generasi milenial ini dibesarkan oleh teknologi dan kemudahan informasi. Mereka serba kritis, serba cepat, serba instan dan terbebas dari comfort zone.

Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada 2018 akan mencapai 5,4 persen, atau meningkat 0,3 persen dari target 2017 sebesar 5,1 persen. Sangat disadari bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan tergantung pada consumer-nya yang sekarang ini dikuasai oleh Generasi Milenial atau yang biasa dikenal dengan generasi Y (generasi bebas).

Pada 2015 jumlah millenial di Indonesia ada 84 juta orang berdasarkan data dari Bappenas. Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia mencapai 255 juta. Jadi kalau dipersentasikan, millenials ada sekitar 33 persen dari penduduk Indonesia. Sementara jika melihat dari usia produktif yang ditentukan oleh pemerintah yakni 16-64 tahun.

Lebih lanjut, millenial Indonesia ini terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah The Students Millenials yang lahir pada 1993 hingga 2000. Kelompok kedua adalah The Working Millenials yang lahir pada 1987 sampai 1993. Kelompok ketiga adalah The Family Millenials, yaitu mereka yang sudah mulai berkeluarga atau mulai memikirkan ke arah tersebut. Kelompok ini rata-rata berusia 28-35 tahun pada 2015. Mereka adalah produk era reformasi karena pada 1998 mereka baru saja lulus SMA dan juga mengalami masa transisi dari analog menjadi digital pada masa SMA.

Munculnya generasi milenial membuat pelaku usaha harus memutar otak karena karateristik generasi ini sangat dinamis.

Dalam pengenalan ajang Artpreneur Talk 2018 yang akan digelar pada 14 Februari, bertempat di Ciputra Artpreneur Theater, akan mengangkat milenial tersebut dalam kemasan tema besar Converting Millennials Into New Brand Lovers. Artpreneur Talk 2018 dianggap tepat untuk membantu pertumbuhan potensi wirausaha muda Indonesia yang saat ini masih berjalan di tempat. Harapan besar pun disampaikan oleh Pendiri Ciputra Group Ir Ciputra.

Menurutnya dunia sedang berubah, tapi Indonesia sedang berada dalam posisi yang luar biasa. “Kita punya letak yang strategis, alam yang indah, anak muda yang potensial, dan demokrasi yang baik. Saya optimistis, Indonesia akan punya masa depan yang luar biasa baik,” ujar Ciputra di Jakarta belum lama ini. Isu soal entrepreneurship di kalangan milenial memang menjadi pembahasan penting saat ini, Ciputra melanjutkan, bahkan dirinya sudah 10 tahunan membahas soal tersebut.

“Sekarang saatnya Indonesia untuk bangkit. Permasalahan seperti pengangguran atau ekonomi yang melambat, semuanya bisa diselesaikan dengan entrepreneurship. Kami akan terus dorong pertumbuhan wirausaha ini, kalau perlu sampai 6 persen,” kata Ciputra.

Generasi milenial menjadi tema utama karena anak muda yang identik dengan melek teknologi dan pop culture merupakan kekuatan potensial Indonesia yang sangat besar.

Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15 hingga 64 tahun) mencapai 180 juta jiwa (70 persen) pada 2020- 2030. Sementara itu populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15 hingga 34 tahun sangat besar, yakni mencapai 34,45 persen.

Dijelaskan lebih lanjut, Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara sehingga punya peranan penting di tingkat global. “Yang perlu diperhatikan adalah situasi bisnis di Indonesia saat ini tengah berada pada era transisi dari bisnis berbasis konvensional atau tradisional menuju ke era digital. Transisi ini membutuhkan kiat khusus agar pelaku bisnis bisa tetap bersaing dan menjadi pemenang,” kata Ciputra. ima/R-1

Menambah Wawasan dan Kesadaran

Dengan perkembangan teknologi informasi, generasi milenial seharusnya bisa memanfaatkannya. Yoris Sebastian, founder of OMG Consulting sekaligus salah satu penulis buku berjudul Generasi Langgas Millenials Indonesia, dalam ajang ini mengatakan millennials entrepreneur di era digital masih sangat rendah. Padahal menurut Yoris potensinya cukup besar untuk generasi muda yang karakteristiknya suka kebebasan.

“Mereka seharusnya menjadi entrepreneur bukan menjadi karyawan,” tutur Yoris. Untuk membangun kesadaran akan perkembangan teknologi informasi, akan ada pembicara yang dijadwalkan hadir memberikan pencerahan, mereka diantaranya ialah William Tanuwidjaja, Co-Founder dan CEO Tokopedia, Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer GO-JEK, Farhana Devi Attamimi, Executive Director of Strategy, Hakuhodo Network Indonesia, Anton Wirjono, Founder The Goods Dept, Eka Sugiarto, Head Of Media Unilever Indonesia & SEAA, dan masih banyak lagi pembicara yang bisa memberikan solusi terhadap perusahaan yang ingin memenangkan pertempuran di era digital.

Selain itu Artpreneur Talk juga mengundang beberapa influencer millennial terkenal seperti Agung Hapsah, Content Creator dengan 770k subscribers dan 41 juta views, Ayudia Bing Slamet dengan 1.1 juta Instagram followers dan Benakribo dengan 220k Youtube subscribers. Sementara itu Piotr Jakubowski menjelaskan pentingnya peranan dunia ICT di era milenial. Dirinya menilai Indonesia memiliki dua potensi utama yang bisa menjadi kekuatan yaitu generasi milenial dan pemanfaatan teknologi digital sebagai model bisnis masa depan sebagai pendorong tumbuhnya ekonomi.

“Dalam mengembangkan usaha di era digital baik itu startup atau bisnis lainnya, penting untuk memiliki diferensiasi. Di sinilah generasi milenial memiliki peran penting karena mereka biasanya memiliki ide-ide brilian yang kreatif dan seringkali tidak terpikirkan sebelumnya,” tandas Piotr Jakubowski. ima/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment