Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Wakasau Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja tentang Kecelakaan Hercules

Perkiraaan Awal, Kecelakaan Disebabkan Cuaca

Perkiraaan Awal, Kecelakaan Disebabkan Cuaca

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
A   A   A   Pengaturan Font

Duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) setelah pesawat Hercules C-130 HS bernomor A-1334 milik Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh jatuh di Gunung Tugima, Wamena, Papua, Minggu (18/12).

Untuk mengetahui lebih detail mengenai jatuhnya pesawat Hercules itu, Koran Jakarta mewawancarai Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/12). Berikut petikannya:

Bagimana tanggapan Bapak terkait jatuhnya pesawat Hercules di Papua?

Pertama-tama kami ucapkan bela sungkawa atas meninggalnya prajurit TNI AU yang sedang bertugas, semoga amal beliau diterima, keluarga diberi ketabahan, kekuatan menghadapi cobaan ini.

Kami minta maaf kepada seluruh bangsa atas musibah, atas kehilangan ini yang tentu tidak kami kehendaki. Ini musibah yang sangat memprihatinkan dan kami doakan arwah para prajurit kita yang tewas itu diterima di sisi Allah.

Kecelakaan pesawat TNI AU Hercules A-1334 di sekitar Bandara Wamena, Papua. Pesawat dalam misi latihan peningkatan kemampuan co pilot jadi kapten pilot. Misi di Papua tes laithan bahwa nantinya penerbang mampu mengoperasikan pesawat di manapun berada, di manapun pangkalan ada.

Bagaimana kronologis peristiwa kecelakaan itu?

Pesawat take off dari Timika ke Wamena pukul 05.35 WIT diperkirakan sampai di Wamena 06.15 WIT, namun gagal karena kecelakaan. (Sebelum kecelakaan) pada pukul 06.02 WIT, pesawat kontak tower dan akan mendarat dari ujung landasan pacu 1-5.

Karena di ujung run way kurang baik ubah ke run way 3-3. Lalu pada 06.08 WIT tower lihat pesawat di-down wing, Pukul 06,09 WIT tower memang- gil lagi, tidak ada jawaban dan pesawat kecelakaan sebelum ujung landasan.

Ada berapa crew dalam pesawat Hercules itu?

Ada 12 kru dan 1 penumpang. Jadi total korban 13 orang. Untuk penumpang atas nama Kapten Rino, personel satuan dari bandara 242 Tanjung Warari, di Biak.

Adapun nama-nama kru pesawat Hercules itu yakni Mayor Penerbang Marlon A. Kawer sebagai instruktur penerbang, Kapten Penerbang J. Hotlan F. Saragih, Letnan Satu Penerbang Hanggo Fitradhi, Letnan Satu Arif Fajar Prayogi sebagai navigator, Pembantu Letnan Satu Lukman Hakim sebagai juru radio udara, Pembantu Letnan Satu Suyata sebagai juru mesin udara I, Pembantu Letnan Satu Khusen sebagai juru mesin udara II, Sersan Mayor Khudori sebagai juru mesin udara II, Pembantu Letnan Satu Agung Tri W.

sebagai load master I,Pembantu Letnan Dua Agung S. sebagai load master II, Sersan Mayor Fatoni sebagai load master II, Sersan Dua Suyanto sebagai kru tambahan dan Kapten Rino - penumpang dinas dari satuan radar 242 Biak, Papua.

Apa penyebab kecelakaan Hercules ini?

Perkiraan awal, kecelakaan karena cuaca, tapi jangan jadi patokan karena ada 5 faktor yang perlu dianalisa. Lima faktor atau lima ‘M’ yakni manusia, material, manajemen, misi, dan media. Jadi jangan terburu menyimpulkan, perlu analisa. Kita kirim tim investigasi dan investigasi itu memakan waktu. Tolong sabar dulu. Tahun lalu juga terjadi kecelakaan Hercules di Medan.

Apa antisipasi ke depannya?

Setiap ada kejadian akan ada investigasi, pada ujungnya akan dirapatkan. Setelah investigasi, kita berikan rekomendasi. Intinya ada lima faktor 5 M tadi.

Bicara manusia bukan berarti hanya pilot, navigator, tapi bisa juga di bawah, seperti material, apakah ini sudah siap pesawat kita, media termasuk cuaca. Penerbang akan menerima mestinya kalau tahu cuaca buruk, tahu akan melakukan penerbangan atau tidak.Kalau keberatan bisa mengajukan keberatan.

Apakah akan diberhentikan dulu penggunaan pesawat Hercules ini sebelum investigasi tuntas?

Pelatihan peningkatan kualifikasi penerbang di Bandara Wamena, Papua, dihentikan sementara. Penerbangan ke Wamena yang sifatnya menaikkan kualifikasi dari co-pilot menjadi kapten akan dihentikan dulu. Kelanjutan terkait pelatihan penerbangan ini akan diputuskan setelah TNI AU selesai melakukan evaluasi terhadap kejadian naas yang terjadi di Papua itu.

Apakah betul Hercules ini pesawat hibah dari Australia?

Pesawat ini adalah bagian yang kita beli. Yang hibah yang sebelumnya. Australia sendiri operasikan pesawat ini sejak tahun 80-an. Jadi pesawat itu selalu mengalami up grade, perbaikan dan sebelum dikirim , ada perbaikan dulu. Jadi secara kelaikan, pesawat ini baik. m umar fadl/P-4

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment