Perkembangan PAUD Minim Perhatian | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2017
No Comments
Program Pendidikan

Perkembangan PAUD Minim Perhatian

Perkembangan PAUD Minim Perhatian

Foto : antara/Wira Suryantala
A   A   A   Pengaturan Font

BENGKULU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta jajarannya agar memberi perhatian serius terhadap perkembangan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas). Sebab selama ini, PAUD dan Dikmas terkesan masih tersisihkan dari program prioritas utama pendidikan nasional.

“Acara Apresasi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas seperti ini adalah momentum bagus untuk kita mengonsolidasi diri, di mana selama ini skala prioritas PAUD belum menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program pendidikan,” kata Muhadjir saat menutup acara Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas, di Bengkulu, akhir pekan lalu.

Ia berharap kepada jajarannya di pusat maupun daerah untuk memberi perhatian lebih serius pada sektor PAUD dan dikmas. Hal ini penting agar terjadi keseimbangan antara jalur formal, informal, dan nonformal. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, menambahkan, perhatian terhadap PAUD akan terus ditingkatkan, terutama pada peningkatan kualitas dan kapasitas para pengajar PAUD di seluruh Indonesia.

Menurut Pranata, digelarnya Apresiasi GTK PAUD juga salah satunya untuk meningkatkan kualitas PAUD dan dikmas secara umum, terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaannya. “Dari acara ini akan terjadi saling menyebarluaskan best practices dari orang-orang maupun lembaga yang sukses dalam mengembangkan PAUD,” jelas Pranata.

Berdasarkan data Kemdikbud, jumlah guru PAUD di seluruh Indonesia mencapai 360.000 guru. Namun diakui Pranata, bahwa yang sudah berkualifikasi belum mencapai separuhnya. “Yang sudah berkualifikasi hampir separuhnya,” sebut Pranata. Angka guru PAUD berkualifikasi masih rendah, di antaranya karena masih banyaknya guru PAUD yang lulusan SMA sederajat, sebab sebagian besar PAUD masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

“Secara bertahap, GTK terus melakukan pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru PAUD, juga memberikan beasiswa agar lebih banyak lagi yang memenuhi syarat S-1,” sebut Pranata. Sejumlah pelatihan terhadap Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD Dikmas telah diberikan, salah satunya peningkatan pemahaman guru PAUD dan Dikmas terhadap empat pilar kebangsaan. cit/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment