Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Perkawinan yang Aneh

Perkawinan yang Aneh

Foto : koran jakarta/ones
A   A   A   Pengaturan Font

Perkawinan adalah perkara penting, bahkan dianggap suci, sakral. Terutama sepasang pengantin yang melakoni, saudara, orang tua, kerabat, handai tolan.

Itu sebabnya perlu persiapan rumit dan lama, bentuk undangan, siapa yang diundang—dan yang tak diundang, warna pakaian, tanggal, waktu, tempat. Bahkan ada pre weeding, kegiatan—biasanya foto bersama, mesra, sebelum hari perkawinan.


Yang ini lain. Adalah seorang bernama Hilda Fitria Khan—nama Khan menunjuk dirinya masih keturunan Pakistan. Kalau kita tak mengenalnya juga tak apa. Hilda pemain sinetron.

Yang dalam sehari dari 10 stasiun tv, ada sekitar 33–35 jam. Kalau masing-masing judul ada 10 nama pemeran, siapa Hilda bisa lupa. Kita tahu Hilda mengadukan “pembatalan perkawinan” dengan Kriss Hatta Luis Alvaro—yang juga pesinetron, dan kalau kita tidak kenal tak merasa salah.

Intinya, Hilda ingin perkawinannya dibatalkan. Kalau ada foto-foto dokumentasi, ada surat nikah, yang mereka bikin sendiri, tetap dianggap tidak sah.

Hilda maunya perkawinan atau pernikahannya batal demi hukum. Hakim menolak. Alasan utama juga bikin senyum-senyum: kalau Hilda tidak mengakui perkawinan itu, kenapa minta dibatalkan?


Hilda berniat naik banding. Dinasihati oleh Kriss: tak usah, keluar duit banyak. Saya yang akan mengajukan tuntutan perceraian. Sampai di sini tidak jelas bagi keduanya—mereka ini benar-benar kawin apa tidak, mereka ini benar-benar ingin bercerai apa cari sensasi.


Kisah aneh masih berlanjut. Kriss juga menuntut pidana Billy Syahputra—apa prestasi atau judul sinetron atau film juga tak perlu diingat, karena lebih dikenal sebagai adik Olga Syahputra, yang juga tak ada jejak utama dalam kariernya.

Kriss memarahi Hilda yang dianggap tak berterima kasih pada Billy yang mengajak ke dunia selebritas. Billy memang bermesraan di Instagram, dan ketika mereka berdua marahan, foto dipotong-potong. Berpisahkah mereka yang belum resmi menikah ini. Tidak jelas benar, karena kemudian muncul foto mesra, mengorek lubang hidung.


Jadi sebenarnya Hilda-Kriss ini menikah apa tidak, 26 September 2015 lalu? Jawabannya memang tak penting bagi kita, atau bahkan pasangan itu sendiri.

Pengantin perempuan bilang tidak, pengantin pria bilang iya. Kemudian Hilda menggugat agar perkawinnnya dibatalkan. Ditolak.

Kriss menyarankan tenang saja, toh dia akan menggugat cerai. Kriss dikabarkan bangga kini menjadi duda. Sementara Hilda masih menunggu status, belum pernah kawin.

Dan Billy masih seperti penari Poco-poco yang kacau: nggak jelas maju atau mundur. Dan teman, kerabat, pada membicarakan, mencarikan pengacara. Dan….


Dunia yang aneh. Kehidupan yang tidak biasa, karena soal perkawinan pun dianggap main-main, dan bisa dipermainkan.

Bukan contoh yang baik di masyarakat yang masih percaya nilai-nilai perkawinan. Juga belum memberi contoh sebagai artis, sebagai pesinetron, yang pantas dibicarakan.


Namun justru karena itu, mereka ini melakukan perbuatan yang menggelikan bagi sebagian orang. Atau melecehkan lembaga perkawinan. Dan itu tidak dilakukan ketika sedang akting.


Sebenarnya ini masalah mendasar mereka yang disebut “artis sinetron” atau yang mengaku“presenter”, yaitu bila tak ada job, tak terlibat produksi, semua kebutuhan dibiayai sendiri.

Termasuk transportasi yang dijemput-diantarkan, makan, menginap di hotel, dan bayaran kontrak yang bisa dinikmati di depan.

Dan dalam keadaan menganggur, kenyataan keseharian menghadirkan realitas. Realitas yang tak bisa dianehkan seperti perkawinan, antara ya dan tidak. Dan itulah kehidupan yang sebenar-benarnya.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment