Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments

Perjudian Masai Ujiri Antar Raptors Juara NBA

Perjudian Masai Ujiri Antar Raptors Juara NBA

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

TORONTO - Presiden operasional tim bola basket NBA Toronto Raptors, Masai Ujiri, mengambil setidaknya tiga langkah berisiko sekaligus kontroversial setelah timnya tersingkir dari semifinal Wilayah Timur musim 2017/2018 lantaran kalah 1-4 melawan Cleveland Cavaliers.

Pada 11 Mei 2018, Ujiri memecat Dwane Casey yang sudah tujuh musim menjadi pelatih kepala Raptors dan momentum keputusan yang dilakukannya hanya beberapa hari setelah Casey dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik NBA 2018 praktis menimbulkan tanda tanya besar.

Sebulan sesudah pemecatan itu, Nick Nurse yang sejak 2013 menjadi asisten Casey di Raptors diberi kepercayaan oleh Ujiri untuk menjadi pelatih kepala, pekerjaan debutnya di posisi itu di NBA.

Lantas langkah paling kontroversial yang ditempuh Ujiri berikutnya adalah menukar DeMar DeRozan, pemain yang dalam beberapa musim terakhir menjadi ikon sekaligus tulang punggung Raptors demi mendapatkan Kawhi Leonard dari San Antonio Spurs.

Kesepakatan yang dicapai pada 18 Juli 2018 itu juga melibatkan Danny Green hijrah ke Raptors, sedangkan mereka mengirimkan Jakob Poeltl beserta hak pilih putaran pertama NBA Draft 2019 untuk Spurs.

Beragam reaksi bermunculan atas langkah tersebut, terlebih Leonard hanya punya sisa durasi satu tahun di kontraknya sehingga dalam kata lain Raptors cuma “meminjam” sang Pemain Terbaik (MVP) Final NBA 2014 itu disertai beragam label negatif yang terlanjur dilekatkan kepada sang pemain.

Namun, siapa yang tahu tiga langkah berani itu nantinya akan menjadi berbuah hadiah mewah bagi Raptors yakni gelar juara perdana NBA mereka.

Jika pun, Raptors tak meraih trofi Larry O’Brien ketika rangkaian final NBA berakhir, Ujiri telah menorehkan catatan tinta emas dalam sejarah 24 tahun berdirinya tim tersebut. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment