Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments

Perjalanan Orang Biasa Menjadi Pemimpin Sejati

Perjalanan Orang Biasa Menjadi Pemimpin Sejati
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : The Leader Who Had No Title (Seni Memimpin Tanpa Jabatan)

Penulis : Robin Sharma

Tebal : 260 halaman

Penerbit : Bentang Pustaka

Cetakan : Januari 2019

ISBN : 978-602-291-506-5

Untuk menjadi seorang pemimpin, orang beranggapan perlu mengejar karier. Dia harus berada pada posisi atau jabatan tertentu, hingga dapat meraih sebuah kesuksesan. Menurut buku, pemikiran ini salah. Semua orang bisa sukses dan bisa memimpin. Siapa pun orangnya, apa pun pekerjaan dan jabatannya dalam sebuah perusahaan atau bisnis tempat bekerja.

Buku The Leader Who Had No Title disajikan dengan cara unik karena ditulis model fiksi seperti novel. Setiap kalimat yang dituangkan bisa mendorong melakukan seperti disuguhkan dalam buku tersebut. Karakter utama dalam buku ini adalah Blake Davis, seorang veteran perang Irak yang kembali ke tanah airnya, Amerika Serikat, dengan sebuah trauma berat peperangan.

Perlu waktu sangat lama untuk menghilangkan bayangan buruk perang. Blake sulit mendapat pekerjaan. Kecintaannya pada bukulah yang menyelamatkan. Akhirnya, Blake mendapat pekerjaan sebagai wiraniaga toko buku. Bagi Blake Davis, awalnya, bekerja hanyalah cara untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Dia tak memiliki keinginan bahkan motivasi.

Baginya, bekerja sekadar cara untuk membayar tagihan dan memenuhi kebutuhan pokok. Bekerja bukan sarana unjuk kemampuan terbaik agar berkembang menjadi sebuah pribadi yang lebih baik untuk menggapai sukses. Sampai kemudian bertemu seorang eksentrik, Tommy Flinn. Dia kemudian menjadi mentornya dan mampu mengubah cara pandangnya dalam menyikapi hidup, terutama pekerjaan.

“Pekerjaan bukan sekadar kendaraan untuk merintangi waktu. Namun, merupakan jalan sebagai upaya untuk membangun organisasi tempatnya bekerja agar lebih baik, sekaligus menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih layak untuk ditinggali,” (hal 4).

Tommy Flinn mengajak Blake bertemu empat narasumber yang kemudian juga menjadi gurunya. Keempat guru ini memiliki persamaan. Mereka menyampaikan suatu konsep filosofi yang hendak disampaikan Robin Sharma, yaitu, mengusung konsep LWT (Lead Without Title) atau memimpin tanpa jabatan. Ini sebuah konsep yang merupakan prinsip-prinsip utama untuk membantu orang “biasa” menjadi pemimpin sejati.

“Pemimpin sejati selalu meningkatkan dan meninggikan standar kehebatan kerja. Mereka juga cepat bergerak,” kata Jean Giraudoux. Buku ini mengajak pembaca membuka cara berpikir lebar-lebar bahwa menjadi seorang pemimpin tidak bisa sekadar melakukan hal-hal biasa atau menerima keadaan tanpa melakukan apa pun. Menjadi pemimpin, tidak berarti harus menjadi seorang CEO terlebih dulu. Yang penting, dia harus meningkatkan kemampuan dan cara pandang yang lebih dari orang pada umumnya.

Siapa pun, mahasiswa, pekerja, wiraniaga, atau bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa melakukannya. Jadikan diri sebagai pribadi sukses dan terbaik. Jangan biarkan diri terjebak pada hal-hal yang berlaku umum. Buku ini juga mengajak kita untuk banyak berpikir serta inovasi agar menjadi seorang visioner sejati.

Walaupun ditulis dengan gaya penulisan fiksi ala novel, buku sarat pembelajaran. Akronim akan membantu pembaca mengingat dengan mudah tahapan yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang pemimpin. Jika pembaca mencari cara yang baik untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, serta ingin berubah dalam pekerjaan tak salah membaca buku ini “Kepemimpinan dan sukses adalah hak Anda sejak lahir” (hal 1). 

Diresensi Merrina Listiandari, S1-Ekonomi Manajemen

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment