Koran Jakarta | October 21 2019
2 Comments
Pengoperasian Jalur Dwiganda

Perjalanan KRL Kacau, Kemenhub Minta Maaf

Perjalanan KRL Kacau, Kemenhub Minta Maaf

Foto : Istimewa
Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) minta maaf kepada masyarakat pengguna jasa kereta api atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat Switch Over (SO) serta pengoperasian jalur dwi ganda (DDT) segmen Jatinegara – Cakung, Jumat (12/4).

“Pengoperasian DDT segmen Jatinegara – Cakung ini merupakan sesuatu yang baru, pada masa transisi (pasca SO) yang telah dilaksanakan ada dampak kepada masyarakat pengguna jasa kereta api. Pemerintah memohon maaf serta meminta kesabaran masyarakat sehingga pengoperasian DDT ini dapat memberikan manfaat bagi perjalanan masyarakat ketika menggunakan kereta api,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, Minggu (14/4).

Ia menambahkan memasuki hari kedua dan ketiga pasca beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cipinang, waktu perjalanan kereta api sudah mulai kembali normal dan membaik. Untuk itu, Pemerintah memohon pengertian dan kesabaran masyarakat terhadap dampak yang terjadi pasca beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cakung ini.

Zulfikri juga tetap memohon dukungan dari masyarakat, agar penyelesaian DDT lintas Manggarai – Cikarang, yang terus dikerjakan oleh Pemerintah dapat segera terwujud. Selain itu, dalam mendukung operasional DDT ini, Pemerintah bekerjasama dengan Pemprov DKI dan instansi terkait lainnya, akan melaksanakan penutupan beberapa perlintasan sebidang.

Sebagai informasi, DDT segmen Jatinegara – Cakung merupakan bagian dari pembangunan jalur dwi ganda lintas Manggarai – Cikarang sepanjang 35 Km. Kegiatan SO serta pengoperasian DDT segmen Jatinegara – Cakung sepanjang 9,5 Km dilaksanakan setelah melalui proses sosialisasi 1 bulan sebelum akhirnya dilaksanakan kegiatan tersebut. Pembangunan serta pengoperasian DDT bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api, mengurangi susulan perjalanan kereta api serta yang terutama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Lakukan Pemantauan

Zulfikri juga menjelaskan pasca beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cakung, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub bersama PT. KAI (Persero) dan PT. KCI terus melakukan pemantauan terkait proses penguraian perjalanan kereta api yang mengalami penambahan waktu perjalanan pasca SO. Berbagai keluhan dan masukan yang disampaikan masyarakat, menjadi perbaikan serta pemicu semangat Pemerintah untuk menyelesaikan jalur dwiganda tersisa sepanjang 25,5 Km, sehingga apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat segera teratasi.

“Pengoperasian DDT segmen Jatinegara – Cakung ini merupakan sesuatu yang baru, pada masa transisi (pasca SO) yang telah dilaksanakan ada dampak kepada masyarakat pengguna jasa kereta api, Pemerintah memohon maaf serta meminta kesabaran masyarakat sehingga pengoperasian DDT ini dapat memberikan manfaat bagi perjalanan masyarakat ketika menggunakan kereta api,” tutupnya. mza/P-5

View Comments

Randi alta
Senin 15/4/2019 | 07:55
Sangat wajar apabila mengalami ganguan karena melakukan perbaikan layanan, dengan selesainya SO pada DDT tersebut akan membawa dampak positif pada perjalanan kereta api. Dan tentunya bisa lebih aman dan nyaman
Jarwo Utomo
Senin 15/4/2019 | 07:05
Nah sudah ada penjelasan yang sudah lengkap. Semustinya kita bisa segera memakluminya, namun hal ini bisa tentunya menjadi pembelajaran yang penting kedepannya.

Submit a Comment