Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Krisis Politik l Perbatasan Venezuela-Kolombia Pun Dipertimbangkan Ditutup Total

Perbatasan Venezuela-Brasil Ditutup

Perbatasan Venezuela-Brasil Ditutup

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Krisis politik di Venezuela semakin memanas. Karena tak ingin bantuan kemanusiaan masuk ke Venezuela, Presiden Maduro pun memutuskan untuk menutup perbatasan negaranya dengan Brasil.

CARACAS - Presiden Nicolas Maduro mengatakan bahwa Venezuela telah menutup perbatasan negaranya dengan Brasil pada Kamis (21/2) malam waktu setempat. Langkah itu diambil di tengah ketegangan dengan pemimpin oposisi, Juan Guaido, yang sedang mengupayakan masuknya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

“Perbatasan darat Venezuela dengan Brasil akan sepenuhnya ditutup mulai pukul 20.00 (00.00 GMT),” kata Maduro usai menggelar pertemuan dengan komando tinggi militer Venezuela.

“Saya pun sedang mempertimbangkan untuk menutup secara total perbatasan dengan Kolombia yang ada di sebelah barat Venezuela,” imbuh Presiden Venezuela itu.

Sebelumnya, Maduro telah memerintahkan militer untuk memblokade jembatan perbatasan utama untuk mencegah pasokan memasuki negaranya dari Cucuta, Kolombia, di mana berton-ton bantuan kemanusiaan yang didatangkan sebagian besar dari Amerika Serikat (AS), menumpuk.

Maduro mengatakan bahwa pertimbangnya untuk menutup perbatasan dengan Kolombia menyusul provokasi dari Presiden Kolombia, Ivan Duque, dan Presiden AS, Donald Trump.

“Saya anggap Presiden Ivan Duque secara pribadi bertanggung jawab atas kekerasan di perbatasan,” kata Maduro setelah bertemu dengan jenderalnya di markas militer Fort Tiuna, Caracas.

Sementara itu pemimpin oposisi yang diakui sebagai pemimpin sementara Venezuela oleh 50 negara, Guaido, dilaporkan sedang menuju ke perbatasan Kolombia pada Kamis dengan para pendukungnya untuk mencoba mendapatkan bantuan kemanusiaan yang menumpuk di sana.

Pemimpin oposisi itu mengatakan ia telah meminta ratusan ribu sukarelawan untuk membawa bantuan untuk melewati blokade Maduro dan mereka mengklaim 300.000 orang bisa tewas jika blokade bantuan kemanusiaan itu berlanjut.

Pence ke Kolombia

Sementara itu juru bicara untuk Mike Pence, mengatakan Wakil Presiden AS itu akan melakukan perjalanan ke Kolombia pada Senin (25/2) untuk menyatakan dukungan dari Washington DC untuk Guaido.

“Perjuangan di Venezuela adalah antara kediktatoran dan demokrasi, dan kebebasan memiliki momentum. Juan Guaido adalah satu-satunya pemimpin Venezuela yang sah, dan sudah waktunya Nicolas Maduro pergi,” kata juru bicara Pence, Alyssa Farah, dalam sebuah pernyataan.

Farah mengatakan bahwa Wapres Pence akan berbicara pada pertemuan Kelompok Lima, yang didirikan pada 2017 untuk mempromosikan solusi bagi krisis Venezuela dan sebagian besar terdiri dari negara-negara Amerika Latin.

Sebelumnya AS telah berulang kali menegaskan bahwa semua opsi, termasuk opsi militer, mungkin untuk diambil demi mengatasi krisis yang terjadi di Venezuela. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment