Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Terkait Kerja Tim Gabungan Penanganan E-KTP WNA

Penyisiran WNA Masuk DPT Selesai dalam Seminggu

Penyisiran WNA Masuk DPT Selesai dalam Seminggu

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menggelar pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pertemuan khusus itu membahas warga negara asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

 

Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta berkesempatan mewaw­ancarai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, di Jakarta, Sabtu (9/3). Berikut petikan wawa­ncaranya.

Pertemuan dengan KPU dan Bawaslu soal WNA masuk DPT bagaimana hasilnya?

Kita sudah rapat. Rapat dihadiri Dukcapil, KPU, Bawaslu, dan Dirjen Polpum (Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Neg­eri), Pak Soedarmo. Rapat dipimpin oleh saya selaku Dirjen Dukcapil. Dari KPU hadir Pak Viryan (Viryan Aziz, salah seorang komisioner), sementara dari Bawaslu diwakili pejabat struktural, dari wakil Kes­bangpol juga.

Dalam rapat dibahas dan dis­ampaikan Pak Viryan bahwa data 103 WNA yang ditemukan kami (Dukcapil) yang ber-KTP WNA sudah diproses, dilakukan untuk pencoretan, pembersihan, dan itu sudah dilakuan semua. Sudah clear data-datanya. Sudah selesai.

Apa ada kesepakatan dalam rapat gabungan itu?

Ya, disepakati dibentuk desk bersama yang isinya Dukcapil, KPU, Bawaslu. Kantornya di KPU sebagai penyelenggara pemilu. Jadi, ka­lau ada temuan-temuan di lapan­gan, langsung diolah oleh tim itu. Misalnya temuan oleh Bawaslu, KPU daerah nanti langsung dibawa ke tim itu.

Cara penyelesaiannya kalau ada temuan?

Ya begitu ada temuan, lang­sung dicocokkan dengan database kependudukan yang ada di Duk­capil. Datanya langsung dilapor­kan ke KPU. Nanti langsung dilakukan pencoretan. Kita punya masa kerja kira-kira seminggu ke depan untuk membereskan data-data WNA itu

Itu dua hal besarnya. Jadi yang 103 WNA itu selesai, clear ya, datanya sudah oke. Kemu­dian diben­tuk desk bersama untuk menyisir orang yang tidak berhak masuk dalam DPT.

Artinya, dalam seminggu itu tim akan lakukan penyisiran DPT?

Iya. Jadi kita berkantor di sana (di KPU) mulai Senin siang. Jadi kan ini ada masukan, ada usulan, nah itu yang dibahas.

Akan ada sinkronisasi antara DPT perbaikan dengan DP4?

Oh enggak, hanya masukan-ma­sukan saja. Kan Bawaslu katanya menemukan 158 WNA, itu besok Senin dicocokkan. Itu berhimpit dengan yang 103 WNA atau tidak, gitu kan. Itu data yang sudah ada e-KTP atau tidak, data dari mana, cocok atau tidak. Disisir langsung besok.

Tidak ada penyandingan data?

Enggak lagi. Sudah enggak lagi. Kita fokus pada WNA sesuai isu yang muncul.

Dalam rapat apa dibahas isu lain?

Enggak, karena kalau ramai di media kan, ketika ketemua ya sudah ini, selesai. Kalau ada lagi ketemu apa, tim itu dicocokkan.

Kalau ada yang belum masuk DPT itu bisa dilaporkan?

Iya.

Untuk mengantisipasi kekha­watiran WNA mencoblos saat hari pemungutan suara?

Ya, kami berencana akan melakukan literasi kepada petugas di lapangan untuk mengetahui perbedaan e-KTP WNA dan WNI. Perbedan e-KTP WNA dan WNI ini sebenarnya dapat dilihat dari tiga hal, yaitu pada e-KTP WNA terdapat tulisan warga negara asing, juga tulisan berbahasa Inggris dan berlaku terbatas waktu, tidak seumur hidup seperti e-KTP WNI. agus supriyatna/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment