Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Penyelesaian Sengketa Lewat Arbitrase Makin Diminati

Penyelesaian Sengketa Lewat Arbitrase Makin Diminati

Foto : istimewa
Seminar Internasional - Ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), Husseyn Umar (kanan) pada seminar internasional dalam ranga peringatan HUT ke-41 BANI, di Jakarta, baru-baru ini. BANI bekerja sama dengan Institut Arbiter Indonesia (IArbI) menggelar seminar internasional.
A   A   A   Pengaturan Font

 

 JAKARTA – Kebangkitan arbitrase di Indonesia semakin diperkokoh dengan terbitnya UU Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Saat ini penyelesaian sengketa arbitrase makin diminati para pengusaha di Tanah Air.

“Hal yang membuat kalangan bisnis makin tertarik ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) karena penye­lesaian yang dilakukan dijamin kerahasiaannya,” kata Ketua BANI, Husseyn Umar pada seminar internasional dalam ranga peringatan HUT ke-41 BANI, di Jakarta, baru-baru ini.

BANI bekerja sama dengan Institut Arbiter Indonesia (IArbI), belum lama ini menggelar seminar internasional dengan tema Meningkatkan Kerjasama Arbitrase Regional: Isu Kini dan Mendatang.

Lebih jauh Husseyn mengatakan para pengusaha ter­tarik atasi sengketa lewat arbitrase karena penyelesaian bisnis oleh BANI diselenggarakan secara tertutup, teratur adminstrasinya dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat, paling lama 180 hari.

Hal ini mengingat terminologi arbitrase sebetulnya su­dah ada sejak zaman Belanda (walaupun pada waktu itu digunakan istilah perwasitan). Setelah BANI, yang didi­rikan Kadin Indonesia pada 1977, arbitrase mulai tampil berperan nyata sebagai forum penyelesaian sengketa, bagi dunia bisnis yang membutuhkan penyelesaian secara ce­pat di luar pengadilan dan putusannya mengikat bagi para pihak.

eko/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment