Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Aksi Teror

Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

Foto : ANTARA/DOK POLRES PANDEGLANG
SAAT WIRANTO DITUSUK I Menko Polhukam Wiranto (kedua dari kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pelaku penusu­kan terhadap Menko Polhu­kam Wiranto bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara, 31 tahun, dan pelaku perempuan bernama Fitria Andriana, 21 tahun, merupakan anggota jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi. Sebelumnya, kedua pelaku bergabung da­lam JAD Kediri.

“Dari dua pelaku ini, kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi,” kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gu­nawan, usai mendampingi Pre­siden Joko Widodo menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10).

Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai meng­hadiri peresmian Gedung Ku­liah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten.

Wiranto yang baru keluar dari mobil tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil. Seusai ke­jadian, Wiranto langsung di­larikan ke RSUD Berkah Pan­deglang untuk mendapatkan pertolongan medis. Kemudian, Wiranto dibawa ke Jakarta un­tuk ditangani tim medis RSPAD Gatot Subroto.

Berdasarkan foto beredar, senjata yang digunakan pelaku adalah kunai. Senjata tersebut berwarna hitam dengan bu­latan di ujung pegangannya. Pada gagangnya, terdapat lilit­an tali berwarna merah. Kunai acap kali muncul dalam anime jepang, seperti serial Naruto.

Budi menjelaskan, pelaku Abu Rara pernah pindah ke wi­layah Bogor, Jawa Barat, sebe­lum akhirnya ke wilayah Pan­deglang, Banten. Pindah lokasi dilakukan Abu Rara karena ce­rai dengan istri pertama. “Ha­sil deteksi BIN, ia pindah ke Menes, difasilitasi oleh salah satu Abu, yakni Abu Syam­suddin JAD dari Menes untuk tinggal. Dan, beberapa kegiat­an yang bersangkutan sudah dideteksi dan sudah dalam pe­ngembangan,” ujar Budi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Ka­polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan mengusut tuntas dan menin­dak tegas para pelaku terorisme yang menusuk Menko Polhukam Wiranto. Presiden juga mengajak masyarakat un­tuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Saat ini beliau masih dalam penanganan oleh tim dokter di RSPAD dalam proses opera­si. Pada kesempatan ini, saya mohon doa restu seluruh ma­syarakat Indonesia agar beliau diberikan kesembuhan dan kembali pulih,” ucap Presiden.

Harus Dituntaskan

Saat disinggung apakah akan ada penambahan pengamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wapres, Presiden menga­takan yang terpenting saat ini jaringan terorisme tersebut di­ungkap. “Yang paling penting, jaringan ini harus dikejar dan dituntaskan,” jawab Presiden.

Selain Wiranto, Kapolsek Menes, Komisaris Polisi Daryanto, dan Fuad, ajudan Menko Polhukam Wiranto, juga men­dapatkan serangan dari pelaku. Kapolsek Menes itu terkena luka penusukan pada bagian belakang dan dada bagian atas, sedangkan Fuad mengalami luka pada bagian dada atas se­belah kiri. Ant/fdl/eko/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment