Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Anugerah Bergengsi

Penulis Asal Polandia dan Austria Raih Nobel Sastra

Penulis Asal Polandia dan Austria Raih Nobel Sastra

Foto : NIKLAS ELMEHED
A   A   A   Pengaturan Font

STOCKHOLM – Penulis perempuan asal Polandia, Ol­ga Tokarczuk, dan seorang dra­mawan asal Austria berna­ma Peter Handke diumumkan oleh panitia Nobel di Swedish Academy pada Kamis (10/10) telah berhasil meraih anugerah Nobel Sastra 2018 dan 2019.

Dalam pernyataannya, Swedish Academy menye­but Tokarczuk sebagai novelis bertalenta yang mampu men­gungkapkan sebuah imajina­si naratif dengan gairah ensik­lopedia yang mewakili lintas batas sebagai bentuk kehidu­pan. Sementara untuk Hand­ke, Swedish Academy menye­butnya sebagai sosok yang mampu menuangkan sebuah karya berpengaruh yang den­gan kecerdikan linguistik telah mengeksplorasi batas dan kekhasan pengalaman manu­sia.

“Buku karya Tokarczuk ber­hasil menggambarkan sebuah dunia polikromatik yang din­amis dengan mencampur­kan banyak karakter sifat-sifat dalam sebuah bahasa yang te­pat dan puitis,” kata Swedish Academy.

“Sementara Handke telah memantapkan dirinya sebagai salah satu penulis yang paling berpengaruh di Eropa setelah Perang Dunia II. Karya-karya Handke dipenuhi dengan ke­inginan yang kuat untuk men­emukan dan membuat pene­muannya menjadi hidup den­gan menemukan ekspresi sastra baru dalam karyanya,” imbuh Swedish Academy.

Menurut The Polish Book Institute, Tokarczuk, 57 ta­hun, berhasil menulis beber­apa karya novel bestseller dan beberapa karya tulisannya per­nah meraih penghargaan inter­nasional seperti Man Booker International Prize dan dua ka­li meraih Nike Literary Award.

Karya tulisan Tokarczuk yang terkemuka antara lain berjudul Flights (2007), The Books of Jacob (2014).

Selain menulis novel, Tokar­czuk juga sukses dalam penu­lisan naskah film. Film krimi­nal berjudul Spoor tulisan To­karczuk berhasil meraih Alfred Bauer Prize dalam Berlin film festival 2017 dan berhasil ma­suk nominasi untuk karya film berbahasa asing dalam ajang Oscar 2018.

Sementara itu Handke, 76 tahun, mulai mencuat naman­ya setelah novelnya yang ber­judul The Hornets berhasil me­nari perhatian publik pembaca pada 1966. Karya tulis Hand­ke lainnya yang ternama an­tara lain berjudul Short Let­ter, Long Farewell¸ The Inner­world of the Outerworld of the Innerworld, A Sorrow Beyond Dreams

Fakta yang menarik dari Handke yang dikenal sebagai penulis berlidah tajam itu yai­tu pada 2014 lalu dalam se­buah sesi wawancara den­gan sebuah media di Austria, ia sempat meminta agar an­ugerah Nobel Sastra agar diha­puskan saja.

Atas prestasi mereka, Tokar­czuk dan Handke masing-ma­sing berhak menerima hadiah uang senilai 9 juta kronor (921 ribu dollar AS). ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment