Koran Jakarta | December 17 2018
No Comments
Kinerja Moneter - Peningkatan CAD Picu Revisi “Credit Rating” Utang Pemerintah

Peningkatan Defisit Transaksi Berjalan Bakal Pengaruhi Rupiah

Peningkatan Defisit Transaksi Berjalan Bakal Pengaruhi Rupiah

Foto : koran jakarta /ones
A   A   A   Pengaturan Font

>>Defisit transaksi berjalan membengkak salah satu bukti ada yang kurang beres di moneter.

>>Posisi cadangan devisa per Juni 2018 tergerus menjadi 119,8 miliar dollar AS.

 

JAKARTA - Meningkatnya defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada kuartal II-2018 sebesar 8 miliar dollar AS atau 3,0 persen dari produk domestik bruto (PDB),

lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 5,7 miliar dollar AS atau 2,2 persen dari PDB, menandakan ada yang tidak beres di kinerja moneter perekonomian Indonesia.

Selain itu, pelebaran defisit transaksi berjalan juga akan memengaruhi nilai tukar rupiah menjadi melemah terhadap valuta asing.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan defisit transaksi berjalan yang terus membengkak jadi indikator ada yang kurang beres di kinerja moneter saat ini.

“CAD yang melebar akan menekan permintaan rupiah sehingga kurs rupiah rentan melanjutkan pelemahan. Hal ini dikombinasikan dengan defisit neraca perdagangan yang berlanjut di semester kedua sehingga akan menjadi permasalahan serius,” kata Bhima, di Jakarta, Minggu (12/8).

Bhima menambahkan, dampak berikut dari pelebaran CAD adalah menurunnya kepercayaan investor sehingga bakal menggerus pertumbuhan investasi langsung pada tahun 2018. Sebelumnya, pertumbuhan investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di kuartal II-2018 merosot dari 7,95 persen menjadi 5,87 persen.

“Jadi, investor akan menahan diri masuk ke Indonesia jika CAD terus membengkak,” jelasnya. Bhima melanjutkan, dampak lain dari CAD adalah potensi terjadinya revisi pada credit rating utang pemerintah.

“CAD akan dijadikan indikator kerentanan ekonomi suatu negara menghadapi turbulensi ekonomi global,” ujarnya. Menurut Bhima, cara memperbaiki defisit transaksi berjalan dengan melakukan pengendalian impor, khususnya yang berkaitan dengan proyek infrastruktur.

Solusi struktural lain untuk tekan impor adalah membangun industri substitusi impor. “Impor migas juga perlu dicermati karena mempengaruhi suplai dollar dalam negeri,” kata dia.

Karena itu, Bhima mendukung program B20 harus segera direalisasikan untuk menekan impor migas, khususnya solar. “Penghematan impor solar dari program B20 mencapai 5,5 miliar dollar AS per tahunnya.

Itu signifikan tekan CAD,” kata dia. Selain itu, dengan meningkatkan kinerja ekspor ke negara alternatif melalui misi dagang dan aneka stimulus fiskal. Kemudian, memberi insentif dan disinsentif bagi eksportir yang mengonversi devisa ekspor ke rupiah.

“Terakhir tingkatkan devisa pariwisata. Manfaatkan event-event internasional seperti Asian Games dan IMF WB Anual Meeting untuk menarik turis mancanegara sebanyakbanyaknya,” tukas dia.

Perlu Perhatian

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan defisit transaksi berjalan kuartal II- 2018 yang mencapai 3 persen perlu mendapatkan perhatian besar dari pemerintah cukup besar.

“Karena tekanan eksternal diperkirakan akan terus berlanjut, sementara upaya eksternal dalam memperkecil defisit dinilai belum cukup,” ujarnya.

Menurut Imron, perubahan kebijakan pemerintah AS yang menyebabkan capital outflow sehingga sektor finansial Indonesia tidak lagi kuat menutup. “Perang dagang AS-Tiongkok pasti akan mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia,” paparnya.

Akhir pekan lalu, Bank Indonesia (BI) melaporkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2018 mengalamai sebesar 4,3 miliar dollar AS.

Dari NPI yang defisit itu, posisi cadangan devisa per Juni 2018 tergerus menjadi 119,8 miliar dollar AS, turun dari posisi Maret 2018 yang sebesar 126 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI, Yati Kurniati, mengatakan defisit NPI meningkat karena peningkatan defisit transaksi berjalan sebesar delapan miliar dollar AS atau 3,0 persen dari PDB.

“Meski transaksi modal dan finansial kuartal II-2018 mencatatkan surplus, tetapi itu belum cukup untuk membiayai CAD, sehingga pada kuartal II-2018 NPI mengalami defisit sebesar 4,3 miliar dollar AS,” ujarnya. ahm/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment