Pengusaha Didakwa Suap Gubernur Kepri | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 11 2020
No Comments
Kasus Perizinan

Pengusaha Didakwa Suap Gubernur Kepri

Pengusaha Didakwa Suap Gubernur Kepri

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pengusaha Kock Meng didakwa menyuap Gu­bernur Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 45 juta rupiah dan 11 ribu dollar Singapura (sekitar 11 juta rupiah) untuk peng­urusan izin prinsip. Tujuannya, agar Nurdin Basirun selaku Gu­bernur Kepri menandatangani Surat Izin Prinsi Pemanfaatan Laut atas nama pemohon Kock Meng.

“Terdakwa Kock Meng ber­sama-sama dengan Abu Bakar dan Johanes Kodrat memberi uang sejumlah 45 juta rupiah dan 11 ribu dollar Singapura kepada Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri,” kata Jaksa Pe­nuntut Umum (JPU) KPK, Roy Riady, di Pengadilan Tindak Pi­dana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (6/12).

Menurut jaksa Roy, Surat Izin Prinsip Pemanfaatan Laut atas nama pemohon Kock Meng itu seluas 6,2 hektare serta surat Izin Prinsip Pemanfaatan Ru­ang Laut atas nama pemohon Abu Bakar seluas 10,2 hektare. Rencana memasukkan kedua izin prinsip tersebut ke dalam daftar Rencana Peraturan Dae­rah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pantai dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K).

Pertama, tambah jaksa Roy, uang 45 juta rupiah diperoleh dengan cara khusus. Pada Sep­tember 2018, Johanes Kodrat mengenalkan nelayan berna­ma Abu Bakar dengan terdakwa Kock Meng. Kock Meng ingin membuka restoran di Tanjung Piayu dan dia sudah memiliki izin pendirian restoran namun belum memiliki izin pemanfa­atan ruang laut.

Untuk Buka Restoran

Menurut jaksa Roy, Abu Ba­kar mengaku mengenal Kepa­la Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Budy Hartono dan men­jelaskan izin-izin apa saja yang diperlukan untuk membuka restoran. Pada Oktober 2018, Abu Bakar menemui Budy Hartono di kantor Budy untuk mengajukan Izin Prinsip Pe­manfaatan Ruang Laut.

Kock Meng, tambah jaksa Roy, mengajukan izin di Tan­jung Playu, Batam seluas 50 ribu meter persegi sedang­kan Abu Bakar mengajukan 20 ribu meter persegi di Jembatan Lima Barelang, Batam. Budy Hartono menyampaikan ke­pada Abu Bakar syarat pengaju­an izin ada biaya pengurusan sejumlah 50 juta rupiah, biaya itu disetujui. Agar nota dinas segera ditandatangani maka Budy meminta uang segera di­serahkan kepada dirinya.

Uang lalu diberikan oleh Kock Meng kepada Abu Bakar melalui Johanes Kodrat. Kodrat menyerahkan 50 juta rupiah ke­pada Abu Bakar di Pelabuhan Sijantung. Selanjutnya, tambah jaksa Roy, Abu Bakar menye­rahkan 45 juta rupiah kepada Budy Hartono di rumah Edy Sofyan, sedangkan 5 juta rupiah digunakan Abu Bakar sebagai biaya operasionalnya.

Setelah menerima uang dari Abu, tambah jaksa Roy, Budy Hartono menyerahkan uang 45 juta rupiah tersebut kepada Edy Sofyan selaku Kepala Di­nas Kelautan dan Perikanan provinsi Kepri. Hasilnya, izin prinsip pemanfaatan laut un­tuk Abu Bakar dan Kock Meng ditandatangani Gubernur Ke­pri Nurdin Basirun. ola/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment