Pengunjuk Rasa Ditembak dengan Peluru Tajam | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments
Aksi Protes di Iran

Pengunjuk Rasa Ditembak dengan Peluru Tajam

Pengunjuk Rasa Ditembak dengan Peluru Tajam

Foto : STR/AFP
AKSI PROTES I Seorang wanita pengunjuk rasa memegang plakat bertuliskan bahasa Persia “Kesalahan Anda tidak disengaja, kebohongan Anda disengaja” saat aksi di depan Universitas Amir Kabir, Teheran, Sabtu (11/1).
A   A   A   Pengaturan Font

TEHERAN – Aksi unjuk rasa di Te­heran berlanjut. Dari rekaman video dan foto-foto memperlihatkan para demonstran merusak gambar-gambar mantan komandan Pasukan Penga­wal Revolusi Islam, Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas diserang pasu­kan Amerika Serikat (AS). Mereka juga menolak seruan untuk menginjak-nginjak bendera AS dan Israel.

Gelombang aksi muncul setelah Iran mengakui menembak jatuh pe­sawat Boeing 737 milik maskapai Ukraine International Airlines yang menewaskan seluruh penumpang.

Unggahan video di akun Twitter milik wartawan BBC, Senin (13/1), Ali Hamedani, menunjukkan para pengunjuk rasa, yang sebagian besar mahasiswa, menolak untuk berjalan di atas gambar bendera raksasa AS dan Israel yang dicat di tanah. “Pada puncak pendirian anti-Amerikanisme Iran, mahasiswa Universitas Beheshti Teheran menolak berjalan di atas ben­dera AS dan Israel,” cuit Hamedani.

“Perhatikan bagaimana siswa Iran menolak untuk menginjak bendera Amerika dan bendera Israel. Ini seha­rusnya mempermalukan rezim Iran dan pemakaman propaganda mereka untuk #Soleimani di mana orang-orang diminta untuk menyanyikan Death To America. Sekarang orang-orang di Iran meneriakkan Kematian bagi kedikta­toran Republik Islam,’” tambahnya.

Sementara itu, rekaman video lain yang beredar di media sosial menun­jukkan para pemrotes Iran meroboh­kan poster-poster Soleimani karena dianggap sebagai teroris yang ber­tanggung jawab atas pembunuhan ratusan tentara AS. Gambar-gambar yang mengejutkan itu beredar setelah media arus utama AS, tokoh-tokoh di Hollywood, dan sejumlah anggota Partai Demokrat menunjukkan sim­pati terhadap pemimpin teroris itu.

Selain itu, video yang dikirim ke Pusat Hak Asasi Manusia di Iran ke­mudian diverifikasi oleh media me­nunjukkan kerumunan demonstran melarikan diri ketika tabung gas air mata mendarat ke arah mereka. Massa terbatuk-batuk dan berusaha lari keluar dari asap. “Mereka men­embakkan gas air mata ke orang-orang! Alun-alun Azadi. Kematian bagi diktator!” teriak seorang wanita.

Sementara itu, video lain menun­jukkan seorang wanita dibawa dengan bekas darah tampak di tanah. Orang-orang di sekitarnya berteriak bahwa kakinya telah ditembak dengan peluru tajam. “Ya Tuhan, dia berdarah tanpa henti! Perban!” teriak lainnya.

Namun, Kepala Polisi Teheran, Jenderal Hossein Rahimi, memban­tah bahwa petugasnya melepaskan tembakan.

Pakar politik Universitas Tehe­ran, Javad Kashi Allameh, mengata­kan masyarakat harus dibiarkan untuk mengekspresikan kemarahansecara terbuka. “Terhimpit di bawah tekanan penghinaan dan diabaikan, orang-orang turun ke jalan dengan begitu banyak kemarahan. Biarkan mereka menangis sebanyak yang mereka mau,” tulisnya di internet. AFP/SB/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment