Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Pencari Suaka

Pengungsi Bertahan Tanpa Bantuan Makanan

Pengungsi Bertahan Tanpa Bantuan Makanan

Foto : KORAN JAKARTA/JOHN ABIMANYU
BERTAHAN DI PENGUNGSIAN I Ratusan pengungsi pencari suaka tetap bertahan di eks markas Kodim Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (23/8). Tanggal 30 Agustus 2019 para pengungsi ini diminta meninggalkan tempat penampungan.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pengungsi pen­cari suaka menyatakan akan te­tap bertahan meskipun Pemer­intah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencabut bantuan makanan bagi para pencari sua­ka yang berada di eks markas Kodim, Kalideres, Jakarta Barat.

Pengungsi Afghanistan, Ali Khan, misalnya, mengaku dir­inya sudah beberapa hari tidak mendapat subsidi makanan, air, dan listrik.

“Anda bisa melihat, di sini su­dah tidak air dan tidak listrik sam­pai batas waktu akhir bulan nanti. Tapi untuk sementara saya ber­tahan di sini,” kata Ali saat ditemui di Pengungsian Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (23/8).

Ali menjelaskan dirinya be­lum tahu akan pindah kemana setelah masa tinggal di tempat pengungsian habis. “Kami akan pindah, tapi kami belum tahu kemana lagi,” ujarnya.

Selain itu, Ali mengaku di­rinya akan bertahan sampai ditempat pengungsian sampai tuntutan mereka terpenuhi oleh UNHCR. “Kami bertahan di pengungsian, sampai tuntutan kami terpenuhi, kalapun kami belum terpenuhi maka kami akan pindah ke depan Gedung UNCHR,” ujarnya.

Ali Berharap agar kehidupan­nya bisa kembali hidup normal. Karena ia sendiri takut untuk kembali ke negara asal.”Saya berharap ada negara yang mau menampung dan bisa menikmati hidup normal. Karena saya takut untuk kembali ke negara asal disa­na masih perang,” ungkapnya.

Sementara Anggota Satpol PP Kecamatan Kalideres Syahrir mengaku masih menunggu keputusan dari pemerintah pu­sat terkait bantuan yang dihen­tikan. “Kalau ada perintah kita akan tarik mundur pasukan Sat­pol PP. Tapi saat ini menunggu perintah dari pusat,” kata Syahrir.

Syahrir menjelaskan dirinya sudah bertugas untuk menjaga di pengungsian selama 1 bulan. Selama itu tidak ada shift selama menjalani tugas.

“Kami disini sudah sejak awal mereka datang ke tempat ini. Kami kalo bertugas sejak pagi sampe malam. Karena tidak ada shift di tugas kami,” ungkapnya.

Rusuh di Pengungsian

Menurut Anggota Satpol PP lainnya, Imadudin, para pen­gungsi sempat terlibat bentrok satu sama lain. Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (22/8) pukul 17.00 WIB.

“Kerusuhan terjadi pukul 17.00 WIB, penyebab di duga karena berebut makanan,” ujar Imadudin.

Saat kerusuhan, lanjut Imad­udin, pihaknya mendengar ada korban dari polisi yang mele­rai bentrok tersebut. Akibatnya, polisi tersebut mengalami luka terkena pukulan dbagian tan­gan. “Polisi yang kena pukul di bagian tangan sudah dibawah ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” ujarnya.  jon/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment