Koran Jakarta | May 20 2019
No Comments
HIV/AIDS

Pengobatan Alternatif melalui Terapi Herbal

Pengobatan Alternatif melalui Terapi Herbal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia adalah AIDS, yang disebabkan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV ini secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh.

Tidak seperti virus lain­nya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan terjang­kit sepanjang hidup. Sementara, AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditan­dai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring me­lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Menurut laporan WHO, pada akhir 2014, ada sekitar 37 juta orang yang hidup dengan HIV dan 1,2 juta orang meninggal karena penyebab terkait AIDS. Namun, menurut data hanya 54 persen dari penderita yang menyadari bahwa mereka mengidap HIV/AIDS. Se­bab, bisa jadi orang mengidap HIV tanpa disertai gejala.

Meski begitu, jika tidak menun­jukkan gejala apapun, pengidap HIV masih dapat menularkan virus ke orang lain. Ini karena HIV dapat memakan waktu 2 sampai 15 tahun dalam memunculkan gejala. Mungkin yang memiliki HIV masih terlihat sehat dan normal, namun tidak dapat mengetahui secara pasti apakah ia memiliki HIV sam­pai diperiksa dengan benar secara medis.

HIV tidak akan langsung meru­sak organ tubuh, namun akan me­nyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya, terutama infeksi yang meny­erang tubuh. Gejala pertama dari HIV mirip infeksi virus lainnya. Seperti de­mam, sakit kepala, kelelahan, sakit otot, kehilangan berat badan, pem­bengkakan kelenjar di tenggorokan, ke­tiak, atau pangkal paha.

AIDS ini disebab­kan virus HIV. HIV ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi. Contoh, ketika ada kontak dengan vagina, anal, atau oral, seseorang yang memiliki HIV tanpa kondom. HIV paling sering menular secara seksual. Hal ini karena cairan bercampur dan virus dapat ditularkan, di mana ada air di jaringan vagina atau dubur, luka, atau infeksi menular seksual lain­nya (IMS).

Perempuan remaja sangat rentan terhadap infeksi HIV karena selaput vagina mer­eka lebih tipis dan lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan wanita dewasa. Juga berbagi jarum sun­tik dan peralatan obat suntik lainnya yang ter­kontami­nasi HIV, meng­gunakan peralatan tato dan body piercing, termasuk tinta, yang tidak disterilkan dan terinfeksi HIV. Atau dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.

Sementara itu, IMS dapat melemahkan perlindungan alami tubuh dan meningkatkan kesem­patan terinfeksi HIV. Namun virus HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak sehari-hari seperti menyen­tuh, berjabat tangan, berpelukan atau berciuman, batuk dan bersin, dan semacamnya. yzd/R-1

Beberapa Metode Penyembuhan

Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk HIV/AIDS. Hanya ada beberapa obat yang membantu memperlambat perkembangan penyakit. Namun kini, ada pengobatan yang dilaku­kan dengan cara terapi herbal oleh Ki Ageng Dewantara. Ahli herbalis dan terapis ini mengatakan, awal dari pengobatan HIV/AIDS ada beberapa metode penyembuhan.

Pertama dengan metode toksi­nasi untuk mengeluarkan toksin dari dalam tubuh dan membunuh toksin yang ada dalam tubuh. Sesudah itu mandi rempah ratu sauna, dan melakukan terapi. Kemudian diberikan pengobatan herbal.

“Pengalaman saya dalam mengobati pasien, dari 100 persen yang bero­bat sekitar 90 persen pasien dalam waktu 3 bulan penyakit HIV/AIDS yang mereka idap menjadi negatif. Yang 10 persen biasanya waktu penyembuhannya bisa mencapai 5-6 bulan, bahkan sampai 1 tahun. Itu tidak tergantung parah atau ti­daknya penyakit yang diderita, tapi tergantung pada individu terutama menyangkut hubungan si pasien dengan Sang Pencipta,” ujar Ki Ageng, saat ditemui di Apartemen Riverside, Kalibata, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ki Ageng mengakui, pasien yang sembuh dalam waktu 3 bulan ketika dianalisa, memang rata-rata punya hubungan yang dekat dengan Allah SWT. “Siapapun yang meminta pertolongan pada saya akan saya tolong sebisanya,” katanya.

Sejauh ini ia telah menan­gani pasien dari berb­agai negara, terutama Timur Tengah, Jepang, dan Hongkong. Padahal di Hong­kong sendiri menurutnya banyak tersedia obat-obatan. “Mereka tetap saja mau berobat pada saya. Juga dari Australia dan Belanda, karena selama ini saya juga ber­domisili di Bali,” terangnya.

Ia menjelaskan, ada pasien­nya yang keluar dari rumah sakit di Singapura dalam keadaan badannya membusuk dan bau. “Alhamdulillah diberikan kesem­buhan Allah SWT melalui saya. Saya tidak menyem­buhkan penya­kit, demikian juga halnya dokter, hanya Allah yang bisa menyembuh­kan semua pe­nyakit,” katanya.

Mengenai biaya pengo­batan bagi pasien yang tidak mampu tak perlu ragu-ragu, biaya pengobatan gratis. Asal membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. “Saya berharap masyarakat tidak menge­cilkan peran pengobatan alternatif, karena ini warisan leluhur yang hampir punah. Ramu-ramuan tradisional yang tidak kalah hebat dengan ramuan luar. Oleh sebab itu kita harus ikut membantu me­nyehatkan orang lain,” tukasnya.

Ada berbagai penyakit yang no­tabene termasuk kategori penyakit berat bisa disembuhkan dengan menggunakan terapi herbal yang berasal dari akar-akaran dan rempah-rempah Nusantara, yang tentunya berkat kekuasaan dan izin Allah SWT. Oleh karenanya, Ki Ageng terus termotivasi agar bisa membantu banyak orang dari masalah kesehatan yang diderita.

Ki Ageng membuka klinik prakteknya di Jalan Tukad Pak­erisan No. 99-A, Panjer Selatan, Denpasar, Bali. Bagi pasien yang ingin mendapatkan pengobatan­nya, dapat dihubungi di (0361) 8955621 untuk wilayah Bali, atau melalui ponsel 0817168283. Untuk di Jakarta, Ki Ageng bisa ditemui di Apartemen Riverside, Kalibata, Jakarta Selatan, dan bilangan Mangga Dua, Jakarta Pusat. Pasien juga bisa mengakses informasi lebih jauh di situs resmi www.kiagengdewantara.id.

Pasien diharapkan untuk men­ghubungi lewat ponselnya dulu untuk membuat janji temu. Pasien yang berobat bisa mendapatkan terapi herbal dan air untuk menge­luarkan toksin lewat muntah dan buang air besar. Termasuk me­matikan virus HIV/AIDS di dalam tubuh dari positif menjadi negatif.

“Saya juga banyak menangani pengobatan penyakit serius atau menahun lain. Pasien diharuskan mandi rempah, scanning, totok syaraf dan refleksi,” tambahnya.

Selain HIV/AIDS juga penya­kit hipertensi dan darah rendah, stroke, diabetes, kanker termasuk kanker serviks, jantung, dan masih banyak lagi.

“Jika pasien percaya akan ikhtiarnya dan merasa aman serta nyaman dengan terapi saya, Insya Allah bisa cepat disembuhkan,” pungkasnya. yzd/R-1

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment