Pengisian Data Bantuan Subsidi Paket Data Internet Harus Jujur | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2020
No Comments
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani, tentang Subsidi Penunjang Pembelajaran Jarak Jauh

Pengisian Data Bantuan Subsidi Paket Data Internet Harus Jujur

Pengisian Data Bantuan Subsidi Paket Data Internet Harus Jujur

Foto : ANTARA/INDRIANI
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan berupa subsidi paket data internet untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) atau online.

 

Adapun dosen dan maha­siswa di jenjang pendidikan tinggi juga masuk dalam penerima bantuan tersebut. Bantuan subsidi paket internet tersebut mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Di sisi lain, beberapa hal terkait penyaluran bantuan perlu mendapat perhatian khu­sus, misalnya kebenaran data maupun meng­hindari penyaluran yang tumpang tindih antara satu bantuan dengan bantuan lainnya.

Untuk mengu­pas bantuan paket data internet bagi mahasiswa dan dosen serta lebih jauh lagi terkait ke­berlanjutan transformasi pendidikan di perguruan tinggi, Koran Jakarta mewawancarai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristi­yanti Nurwardani. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana mekanisme yang harus dilalui mahasiswa dan dosen untuk menerima bantuan subsidi paket internet ini?

Terkait mekanisme untuk subsidi paket internet bagi dosen dan ma­hasiswa, pertama adalah mahasiswa dan dosen tolong validasi nomor handphone ke laman yang telah kami sediakan. Adapun laman tersebut adalah Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yaitu pddikti.kem­dikbud.go.id/kuotainternet.

Nantinya, kami akan menyerahkan data tersebut kepada provider-provider untuk kemudian diisikan paket kuota internet sebesar 50 giga bytes (GB). Selain itu, selama mahasiswa menggunakan nomor provider yang didaftarkan kami juga bisa mem­berikan informasi terkait kebijakan-kebijakan mata kuliah-kuliah untuk kompetensi umum. Kecuali maha­siswa ganti nomor, maka bantuan dan informasi itu sulit untuk dikirimkan.

Sampai saat ini, berapa banyak jumlah mahasiswa dan dosen yang sudah validasi data?

Subsidi paket data internet khusus mahasiswa dan dosen masih dalam tahap validasi. Saat ini sudah terdapat 25,64 persen mahasiswa dari jum­lah mahasiswa 7,9 juta yang sudah validasi nomor telepon selulernya. Sedangkan dari 287 ribu dosen, sebanyak 33,28 persen juga sudah validasi nomor telepon.

Kemendikbud sendiri menjalin kerja sama dengan provider-provider penyedia jaringan. Apakah kerja sama itu untuk program sub­sidi ini saja atau jangka panjang?

Untuk memastikan bantuan tersebut, kami memang menjalin kerja sama dengan berbagai provider penyedia jasa internet. Jadi, nanti setelah diverifikasi akan diisikan pa­ket data atau kuota internet sebanyak 50 GB selama satu bulan.

Dalam setiap kerja sama yang kami jalin ada MoU atau nota kesepahaman yang rentang waktunya dua sampai tiga tahun. Untuk implemen­tasinya sesuai poin-poin yang sudah kita tanda-tangan. Tapi, secara sistem untuk mendukung kuota gratis adalah memulai transformasi pendidikan.

Banyak perguruan tinggi juga yang menjalin kerja sama dengan pihak provider. Bagaimana Anda menanggapi hal tersebut?

Makin banyak komunikasi, ko­laborasi, maka akan makin banyak bantuan untuk mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan proses tri dharma perguruan tinggi. Adapun terkait bantuan ini mahasiswa dan dosen harus jujur. Dengan teknologi ketahuan kalau berbuat curang untuk mendapat bantuan banyak. Justru teknologi membuat kita harus jujur.

Berarti, bagi mahasiswa atau dosen yang sudah menerima sub­sidi dari pemerintah ini tidak boleh menerima dari pihak kampus lagi?

Untuk bantuan ini, kami meminta seluruh rektor baik perguruan tinggi negeri dan swasta, serta kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi LLDikti di 15 wilayah mohon untuk hati-hati. Kalau mahasiswa dan dosen berharap mendapat kuota internet gratis dari Kemendikbud, pihak kampus per bulan September tidak memberikan bantuan sampai bulan Desember 2020. m aden ma’ruf/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment