Koran Jakarta | December 16 2017
No Comments

Pengembangan Wisata Sumenep Butuh Dukungan Warga

Pengembangan Wisata Sumenep Butuh Dukungan Warga

Foto : ANTARA / Umarul Faruq
Keindahan Pantai Lombang - Wisatawan menikmati keindahan Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, baru-baru ini.
A   A   A   Pengaturan Font

Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), memiliki banyak objek wisata yang diminati wisatawan, baik man­canegara maupun Nusantara. Objek wisata di Sumenep ini akan lebih cepat berkembang dengan adanya penerbangan komersial. Selama ini, salah satu yang dikeluhkan wisatawan dari luar Pulau Madura yang ke Sumenep adalah lamanya perjalanan darat dari Surabaya, sekitar empat jam dalam kondisi normal. Sementara kalau macet, biasanya akibat “pasar tumpah” di sejumlah titik, akan membuat perjalanan darat dari Surabaya ke Sumenep lebih lama.

Sejumlah objek wisata di Sumenep yang ramai dikun­jungi wisatawan, di antaranya Keraton Sumenep di Kecamatan Kota, Pantai Pulau Gililabak di Talango, dan Pantai Sembilan di Giligenting.

Pariwisata di sebuah daerah akan berkembang lebih baik dan cepat jika didukung oleh warga, utamanya yang berada di sekitar objek wisata. Tanpa dukungan dari warga, pemba­ngunan kepariwisataan yang digagas pemerintah daerah maupun pihak ketiga (swasta) akan banyak menemui kendala maupun tantangan.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim, optimistis penerbangan komersial di rute Surabaya–Sumenep dan sebaliknya akan mempercepat perkembangan objek wisata di ujung timur Pulau Madura tersebut. Dengan adanya penerbangan komersial, membuat Busyro lebih tertan­tang untuk mengembangkan objek wisata di Sumenep.

“Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah Kabupaten Sumenep dan tentunya kami butuh dukungan semua elemen masyarakat di Sumenep,” kata Busyro, di Sumenep, baru-baru ini.

Busyro mengatakan bersikap ramah kepada wisatawan de­ngan memberikan senyuman dan ikut menjaga kebersihan objek wisata itu sudah me­rupakan sebuah dukungan warga terhadap pengembangan kepariwisataan. Insya Allah, warga Sumenep bisa berbuat seperti itu.

Pemerintah daerah akan serius mengembangkan kepariwisataan setempat supaya nantinya benar-benar bisa menjadi sarana percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga. Apalagi sekarang sudah didukung pe­nerbangan langsung.

Di Sumenep sudah berope­rasi Bandara Trunojoyo yang merupakan bandara kelas III. Bandara ini dikelola dan diope­rasionalkan oleh Unit Penye­lenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Bandara saat ini mempunyai dimensi landas pacu (runway) 1.600 meter x 30 meter serta memiliki dua Apron (Apron I : 40 meter x 40 meter dan Apron II : 75 meter x 80 meter). Dari sisi darat, bandara ini mempunyai gedung terminal seluas 12 x 11 meter persegi dan gedung opera­sional seluas 144 meter persegi.

Bandara Trunojoyo selama ini melayani masyarakat di em­pat kabupaten di Pulau Madura, yaitu Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Maskapai yang beroperasi di bandara ini adalah Airfast Indo­nesia yang melayani penerbang­an perintis Surabaya–Sumenep pergi–pulang.

Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan dari beberapa sekolah pilot, seperti Merpati Pilot School, Aviatera Training, Global Aviation, Nusa Flying School, dan Loka Banyu­wangi.

Sejak 27 September 2017, pe­sawat Wings Air ATR 72-500/600 melayani penerbangan ke Ban­dara Trunojoyo. Butuh waktu penerbangan sekitar 35 menit dari Bandara Juanda, Sidoarjo. Pesawat ini berkapasitas 72 penumpang. Dengan adanya penerbangan ini arus lalu lintas masyarakat akan lebih cepat, efektif, dan efisien.

Ada Peningkatan

Dengan adanya pener­bangan komersial, berarti ada peningkatan dari sebelumnya penerbangan perintis. Dengan demikian, target peningkat­an perekonomian di daerah sekitar bandara dengan adanya penerbangan sudah tercapai. Tren positif tersebut diharapkan terus dijaga dan dilanjutkan. Misalnya, dengan menambah rute-rute penerbangan ke kota lain yang potensial.

Jatim kini menjadi daerah yang terus berkembang. Banyak bandara perlu dikembang­kan. Sumenep dan Madura sebenarnya memiliki potensi ekonomi dan wisata yang me­narik. Penerbangan ini akan memperluas dan membuka konektivitas ke berbagai tujuan wisata, seperti Bali, Jakarta, dan kota lainnya.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menyambut baik penerbangan ini karena bisa mempercepat pembangunan wilayahnya, terutama dari sisi ekonomi dan pariwisata. Penerbangan ini akan menjadi­kan Sumenep sebagai alternatif tujuan wisata di Jatim karena transportasi menjadi lebih mu­dah dan cepat.

Kementerian Perhubung­an menilai pembukaan rute Surabaya–Sunenep sebagai penerbangan komersial dan berjadwal reguler membuka konektivitas daerah di seluruh Indonesia untuk merealisasikan kemandirian ekonomi yang tertera dalam Nawacita ke-7. Dirjen Perhubungan Udara Ke­menterian Perhubungan, Agus Santoso, memuji penerbangan komersial tersebut karena se­suai dengan misi dari bandara tersebut. n SB/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment