Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Pelestarian Lingkungan - Pemerintah Serius Ubah Kebijakan Kehutanan

Pengelolaan Hutan Indonesia Diapresiasi Dunia

Pengelolaan Hutan Indonesia Diapresiasi Dunia

Foto : istimewa
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar memaparkan isi buku The State of Indonesia’s Forests (SoIFo) 2018, di Jakarta, Rabu (8/8). Kondisi hutan Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik dari satu dekade lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

Hasil kerja keras pemerintah dalam pengelolaan hutan dan lahan berbuah manis. Penilaian positif pun diperoleh, sebaliknya stigma buruk terbantahkan.

JAKARTA - Dalam kurun waktu tiga tahun antara 2015–2018, perubahan mendasar dan besar-besaran dilakukan pemerintah Indonesia dalam sektor kehutanan. Sajian data dan fakta yang secara lengkap tersaji dalam buku The State of Indonesia’s Forests (SoIFo) 2018, menuai apresiasi.

“Kami tahu proses pem­buatan buku ini sangat berat karena objek yang dibahas dalam buku terkait kebijakan, yang memerlukan pengumpu­lan, penampilan data dan bukti yang cukup,’’ kata Food and Ag­riculture Organization (FAO) Representative, Stephen Rud­gard, dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada media, Kamis (9/8/).

Sehari sebelumnya, Men­teri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, memaparkan SoIFo di Jakarta, di hadapan para duta besar (dubes) negara sahabat, dan perwakilan organisasi in­ternasional di Indonesia. Sebe­lumnya, SoIFo juga disampai­kan dalam forum Committee on Forestry (COFO) 2018 di kantor pusat FAO, di Roma, Italia.

SoIFo 2018 menangkal ber­bagai stigma negatif yang “me­nyerang” Indonesia sekaligus membuka “mata dunia” ten­tang komitmen dan keseriu­san pemerintahan Presiden Jokowi melakukan perubah­an besar kebijakan kehutanan yang sejalan dengan kebijakan global SDGs (pembangunan berkelanjutan) dan upaya-up­aya nyata dalam agenda per­ubahan iklim.

Selain FAO, apresiasi juga disampaikan Dubes Norwegia untuk Indonesia, Vegard Kaale. Dia bahkan mem-posting khusus apresiasi pada Men­teri Siti Nurbaya melalui akun medsosnya. ‘’Norway congrat­ulates minister #SitinurbayaL­HK on increasing transparency and accountability in #Forest­Management during launch of #StateOfTheForestInIndonesia #SOIFO #Climateforest,’’ tulis Kaale.

Itu bermakna memberi uca­pan selamat atas keberanian pemerintah Indonesia melalui KLHK meningkatkan transpar­ansi dan akuntabilitas tata kel­ola pengelolaan hutan melalui SoIFo 2018.

Ini memang pertama kalinya Pemerintah Indonesia blak-blakan tentang kondisi hutan Indonesia dari masa ke masa, disertai langkah-langkah koreksi yang dilakukan peme­rintahan saat ini dari berbagai kebijakan di masa lalu. ‘’The 2018 #StateOfTheForestInIn­donesia Shows forests are in better state than a decade ago #SitiNurbaya LHK #Indonesia #Climateforest,’’ tambah Kaale dalam postingan berikutnya.

Lebih Baik

Kaale menilai kondisi hutan Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik dari satu dekade lalu. Masalah utama sektor kehutanan di Indonesia, di an­taranya kebakaran hutan dan kabut asap, degradasi hutan, kepemilikan tanah, konflik te­nurial, dan lain sebagainya. Se­mua persoalan yang kompleks dan rumit itu telah diurai satu per satu, dan kondisi terkin­inya menunjukkan hasil yang positif. Manfaatnya tidak ha­nya dirasakan bagi masyarakat Indonesia, tapi juga bagi masyarakat dunia.

Contoh dari persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya rutin membawa polusi asap secara nasional dan lintas batas antar negara, dalam kurun waktu dua setengah tahun terakhir berhasil diatasi Pemerintah In­donesia.

Erik Solheim, Direktur Ek­sekutif United Nations Envi­ronment Programme (UNEP), sebuah lembaga PBB yang berkonsentrasi pada kebijakan bidang lingkungan, secara gamblang menyatakan kebi­jakan KLHK di bawah pim­pinan Siti Nurbaya, telah mem­bawa wajah baru Indonesia di mata dunia internasional.

sur/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment