Pengelola Investasi Bodong Cianjur Terdeteksi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Pengelola Investasi Bodong Cianjur Terdeteksi

Pengelola Investasi Bodong Cianjur Terdeteksi

Foto : Antara/Ahmad Fikri.
Kapolres Cianjur, Jawa Barat, AKBP Juang Andi Priyanto.
A   A   A   Pengaturan Font

CIANJUR - Tim khusus Polres Cianjur, Jawa Barat, menyebut telah menemukan lokasi keberadaan HA, pengelola sekaligus direktur investasi bodong Cianjur. HA diduga melakukan penipuan terhadap sekitar seribu orang korban yang berasal dari beberapa kabupaten di wilayah Jawa Barat.

“Timsus sudah menemukan lokasi terlapor yang saat ini sedang dijemput dan segera dibawa ke Cianjur, untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya. Namun kami belum bisa menyebutkan lokasinya,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, di Cianjur Selasa (4/8).

Juang menjelaskan hingga saat ini korban investasi bodong paket lebaran yang melapor ke posko khusus di unit Satreskrim Polres Cianjur, terus bertambah. Untuk itu, pihaknya akan terus mendata guna mencari total pasti kerugian yang diderita korban dari berbagai kabupaten, seperti Cianjur, Bandung Barat, Bogor, dan Sukabumi.

Untuk sementara kerugian atas perbuatan terlapor mencapai 3,6 miliar rupiah berdasarkan laporan dari 50 orang peserta investasi dari berbagai kabupaten tersebut. Sebagian besar mengalami kerugian mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah.

“Kami akan menuntaskan kasus tersebut, untuk total kerugian akan kami minta keterangan dari terlapor yang saat ini sudah dijemput timsus,” katanya.

Sejumlah Paket

Sebelumnya timsus yang dibentuk Polres Cianjur, untuk mendalami dan menyelidiki kasus dugaan investasi bodong paket kurban dan sejumlah paket lainnya, sempat melacak keberadaan terlapor yang menghilang dari rumah mewah miliknya di Desa Limba­ngansari, Kecamatan Cianjur.

Bahkan timsus sempat menelusuri keberadaan pemilik investasi yang juga menawarkan paket umroh dan kendaraan roda dua dan empat itu, ke sejumlah wilayah. Mencuatnya kasus tersebut, setelah sekitar lima ratus orang nasabah mendatangi rumah HA menuntut hak mereka segera direalisasikan.

Namun HA beberapa kali berjanji akan merealisasikan janjinya pada nasabah sebelum 31 Juli, namun hingga saat ini tidak terbukti, sehingga nasabah yang diperkirakan mencapai sekitar seribu orang tersebut, melaporkan HA ke Mapolres Cianjur.

Sebelumnya, Adam, warga Kecamatan Cilaku, Cianjur mengaku sudah curiga sejak satu pekan menjelang Hari Raya Idul Adha. HA penanggung jawab sekaligus direktur investasi sudah tidak ada di rumah. Bahkan saat dihubungi nomornya tidak aktif. Dia sebagai peserta meminta jawaban kapan paket hewan kurban akan turun.

Meskipun Adam sempat tidak percaya dengan program yang ditawarkan karena setiap bulan mereka hanya diminta menyetor 15.000 rupiah selama 10 bulan akan mendapatkan seekor kambing saat Hari Raya Kurban. Bahkan untuk paket kurban sapi mereka cukup membayar 59.000 rupiah setiap bulan selama 10 bulan.

Namun, melihat beberapa orang mendapatkan apa yang mereka inginkan, membuat istri dan 10 sanak keluarganya, ikut investasi melalui seorang ketua kelompok. Hingga satu pekan menjelang Idul Adha, mimpi untuk berkurban kambing tidak terbukti. n Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment