Koran Jakarta | September 18 2019
No Comments
BPJS KESEHATAN KANTOR CABANG JAKARTA SELATAN

Pengalaman Menjadi Kader JKN, Dari Menagih Iuran Sampai Membantu Persalinan

Pengalaman Menjadi Kader JKN, Dari Menagih Iuran Sampai Membantu Persalinan

Foto : ISTIMEWA
Enny Rosalina – Kader JKN
A   A   A   Pengaturan Font
Bagi saya, menjadi Kader JKN merupakan salah satu cara saya berbakti pada bangsa dan negara karena saya bisa membantu warga saya untuk sadar akan pentingnya jaminan kesehatan. Bisa melihat warga yang sakit dijamin penuh oleh program JKN-KIS serta ditangani dengan tuntas sampai sembuh merupakan kebahagiaan dan kepuasan batin tersendiri bagi saya.

 

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Menjadi Kader JKN merupakanhal yang sangatdisyukuriEnny Rosalina. Enny yang sudahmenjadi Kader JKN sejakbulanAgustus 2017 mengaku, sangatmenikmatipekerjaannya. Atas dasar niat untuk membantu sesama, Enny selalu menjalankan tugasnya dengan bersungguh-sungguh.

“Saya selalu yakin, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Dengan menjadi Kader JKN dan menjalankan dua fungsi utamanya yaitu pengingat dan pengumpul iuran, saya memiliki kesempatan untuk bisa membantu warga binaan saya dalam hal jaminan kesehatan. Sebagai pengingat, saya berkewajiban mengingatkan seluruh warga saya untuk selalu membayar rutin iuran JKN-KIS. Biasanya, saya menggunakan WhatsApp untuk mengingatkan. Selain itu, saya juga menagih iuran kepada peserta JKN-KIS yang belum membayar atau menunggak,” Ujar Enny.

Mengenai tantangan yang harus dihadapi, Enny menyampaikan jika dirinya sudah terbiasa dengan hal itu. Kader JKN yang ditugaskan membina warga di wilayah Kebagusan, Pasar Minggu ini pun menceritakan pengalamannya.

“Penerimaan warga Kebagusan atas kehadiran saya pastinya beragam. Ada yang menyambut dengan sangat baik, tapi tak jarang pula ada yang memberi respon negatif. Tapi kembali lagi, semua itu saya jalani dengan ikhlas. Saya hanya ingin warga binaan saya menjadi warga yang taat peraturan terutama dalam hal iuran jaminan kesehatan. karena yang namanyas akit tidak pernah bisad itebak kapan akan datang,” Lanjut Enny.

Enny menceritakan, dirinya juga pernah membantu warga binaannya melakukan persalinan. Untungnya warga tersebut tidak memiliki masalah pembayaran iuran, karena selalu diingatkan oleh Enny. Dengan sigap, Enny membantu proses administrasi difasilitas kesehatan dan menemani warganya tersebut sampai proses persalinan selesai.

Alhamdulillah, proses persalinan berjalan lancar serta bayi dan ibunya selamat. Melihat hal itu, semakin menguatkan tekad saya untuk semakin meningkatkan kesadaran warga binaan saya akan pentingnya jaminan kesehatan. Bag isaya, Bisa melihat warga yang sakit dijamin penuh oleh program JKN-KIS serta ditangani dengan tuntas sampai sembuh merupakan kebahagiaan dan kepuasan batin tersendiri bagi saya,” Tambah Enny.

Enny mengatakan, dirinya akan terus merangkul warga binaannya untuk semakin sadar dan paham akan pentingnya jaminan kesehatan, demi terwujudnya program JKN-KIS yang berkualitas tanpa diskriminasi. (RI/sw)

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment