Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
Suksesi Kepala Daerah

Pengajuan Kandidat Wagub melalui Gubernur

Pengajuan Kandidat Wagub melalui Gubernur

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan pengajuan Kandidat wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno harus melalui dirinya. Nantinya, kandidat itu diajukan kepada DPRD DKI Jakarta untuk disetujui.

“Setahu saya prosesnya. Menurut pasal 176 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 10 2016, partai pengusung harus mengusulkan dua nama calon melalui Gubernur kepada DPRD. Lalu, DPRD melakukan sidang paripurna dan menetapkan satu calon,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

Nantinya, lanjut Anies, nama calon yang disetujui DPRD akan dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk diverifikasi. Setelah itu, Kemendagri mengusulkan nama tersebut kepada Presiden untuk ditetapkan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Mudah-mudahan tidak terlalu lama. Kenapa? sederhana sekali. Acara banyak. Kayak pagi ini, saya harus muter-muter acara. Kalau ada Sandi (Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno) tuh tektok,” katanya.

Dia berharap, kandidat Wagub DKI Jakarta yang diajukan partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS tidak jauh berbeda dengan Sandi. Dia berharap bisa leluasa berkomunikasi dengan pengganti Sandi nanti dan tidak kaku dengan perubahan agenda kedinasan.

“Yang penting, di Jakarta harus mau kerja keras, harus kerja tuntas dan siap untuk all out tidak memikirkan lain-lain. Fokus konsentrasi di sini. Dan Jakarta tidak dipandang sebagai sekedar arena politik karena ini disorot banyak, tapi dipandang sebagai tempat bekerja membuat perubahan di Jakarta,” tegasnya.

Terpenting, ungkapnya, kandidat pengganti Sandi itu harus memiliki visi yang sama dalam membangun Ibukota. Yakni, membuka kesetaraan dan kesempatan bagi semua di Jakarta. Tentang keadilan sosial di Jakarta. Juga erpihak pada orang banyak dengan prinsip keadilan.

“Kriteria umum seperti itu yang saya harapkan. Mudah-mudahan ini jadi pertimbangan parpol. Karena kalau namanya yang boleh usulkan partai, tapi saya sampaikan kriteria umum supaya sejalan dengan visi gubernur. Dan visi gubernur ini sesuatu yang dijanjikan saat kampanye kemarin. Jangan sampai di tengah jalan, pengganti wakil itu tidak memilki visi sama dengan janji gubernur,” tuturnya.

Penasihat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana mengaku pertemuan PKS dengan Gerindra belum menyepakati kandidat Wagub DKI Jakarta yang akan diajukan nanti. Menurutnya, diperlukan pertemuan lanjutan untuk meyakinkan kedua pihak agar pengajuan kandidat Wagub DKI tidak berdampak pada Pilpres nanti.

“Masih dikomunikasikan. Apakah yang dicalonkan satu dari Gerindra dan satu dari PKS atau dua-duanya PKS, itu kan harus benar-benar disepakati. Nah menyepakati itu kan enggak bisa satu putaran pembicaraan,” katanya.

Dia berharap, komunikasi PKS dan Gerindra bisa menyepakati satu nama kandidat yang akan diajukan ke DPRD DKI Jakarta. Sehingga, rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang akan memilih kandidat Wagub DKI Jakarta tidak dilakukan dengan voting. Politisi yang biasa disapa Sani itu merasa khawatir jika perebutan kursi wagub itu akan berdampak pada Pilpres nanti. 

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment