Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
Pemberantasan Korupsi

Pengacara Mantan PM Najib Razak Ditangkap

Pengacara Mantan PM Najib Razak Ditangkap

Foto : AFP/MOHD RASFAN
Dikawal Petugas - Shafee Abdullah (tengah), pengacara mantan PM Najib Razak, dikawal petugas Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) di Kuala Lumpur, Kamis (13/9).
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR – Aparat penegak hukum Malaysia menangkap Muhamad Shafee Abdullah, pengacara mantan Perdana Menteri (PM) Nazib Razak, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pencucian uang.

Penangkapan Shafee merupakan bagian dari pemberantasan korupsi terkait dengan pemerintahan sebelumnya.

“Shafee Abdullah ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat hendak menaiki penerbangan domestik ke Penang untuk menghadiri sebuah kasus hukum,” kata Wakil Kepala Komisioner Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC), Azam Baki, di Kuala Lumpur, Kamis (13/9).

Shafee Abdullah, 66 tahun, adalah seorang pengacara terkemuka di Malaysia.

Dia memimpin tim pengacara dalam pembelaan terhadap mantan PM Najib Razak yang diduga terlibat dalam megaskandal penyelewengan dana ratusan miliar dollar AS milik lembaga keuangan BUMN, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Perkara Shafee langsung disidangkan di pengadilan setempat. Dia dijerat dua dakwaan pencucian uang oleh otoritas setempat. Oleh jaksa setempat, Shafee didakwa telah menerima dana sebesar 9,5 juta ringgit (sekitar 33,8 miliar rupiah) dari Najib.

Selain dua dakwaan pencucian uang, Shafee juga dijerat dua dakwaan memalsukan laporan pajak pendapatan. Namun, Shafee mengaku tidak bersalah atas seluruh dakwaan dan dibebaskan dengan jaminan.

Di dalam berkas dakwaan disebutkan Shafee menerima dana sebesar itu melalui sejumlah cek dari PM Najib, antara tahun 2013 hingga tahun 2014.

“Kedua cek itu adalah hasil dari aktivitas yang melanggar hukum,” demikian bunyi tuntutan pengadilan yang ditujukan pada pengacara mantan PM Malaysia itu.

Tuntutan lain yang diarahkan pada Shafee adalah pengabaian atas pengembalian pajak penghasilan atas aliran uang yang terjadi pada tahun- tahun tersebut. Jika dinyatakan bersalah, Shafee bisa dikenai denda dan hukuman maksimal 40 tahun penjara.

Pelanggaran Serius

Menurut jaksa penuntut negara, Gopal Sri Ram, tuntutan-tuntutan terhadap Shafee berasal dari investigasi MACC yang menyelidiki skandal 1MDB.

Sementara Shafee menyebut tuntutan-tuntutan terhadapnya merupakan bagian dari balasan yang bersifat politik. Namun, jaksa Gopal mengatakan bahwa Shafee telah melakukan pelanggaran hukum yang serius dan tuntutan terhadapnya sama sekali tak memiliki motif politik karena Shafee bukan seorang politisi.

Menurut Shafee kepada media setempat, pembayaran dari Najib itu untuk jasa hukum yang telah dilakukannya bagi Partai United Malays National Organisation (UMNO) dan koalisi Barisan Nasional, yang pernah dipimpin Najib. ils/AFP/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment