Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Anugerah Bergengsi

Penemu Materi Gelap dan Eksoplanet Raih Nobel

Penemu Materi Gelap dan Eksoplanet Raih Nobel

Foto : AFP/JONATHAN NACKSTRAND
NOBEL FISIKA | (Bawah, dari kiri ke kanan) Juri Nobel Fisika, Mats Larsson, Goran K Hansson, dan Ulf Danielsson, saat mengumumkan peraih Nobel Fisika 2019 yang dimenangkan oleh (atas, dari kiri ke kanan) James Peebles, Michel Mayor, dan Didier Queloz, di Royal Swedish Academy of Sciences, Stockholm, Swedia, pada Selasa (8/10).
A   A   A   Pengaturan Font

STOCKHOLM – Kosmo­log berkewarganegaraan gan­da Kanada dan Amerika Serikat, James Peebles, da dua astronom asal Swiss, Michel Mayor dan Didier Queloz, pada Selasa (8/10) meraih anugerah No­bel Fisika atas hasil riset mereka yang telah menambah pemaha­man kita tentang alam semesta.

“Peebles meraih No­bel berkat temuan teori yang berkontribusi atas pemaha­man bagaimana alam semes­ta berevolusi setelah fenome­na Ledakan Besar (Big Bang),” kata Sekretaris Jenderal Royal Swedish Academy of Sciences, Profesor Goran Hansson, saat konferensi pers pengumuman Nobel di Stockholm, Swedia.

Sementara Mayor dan Que­loz adalah penemu pertama planet di luar tata surya (ekso­planet). “Temuan mereka telah mengubah konsepsi kita ten­tang dunia,” kata juri di Dewan Nobel.

Dalam penjelasannya, De­wan Nobel mengatakan bah­wa kerangka teori Peebles sejak era 60-an telah jadi dasar bagi ide kontemporer tentang alam semesta. Penelitian Peebles mengungkapkan bahwa ma­teri alam semesta yang kita ke­tahui seperti bintang dan plan­et diperkirakan hanya merang­kum sekitar 5 persen saja dan sisanya (95 persen) adalah ma­teri dan energi gelap.

Peebles, 84 tahun, adalah seorang profesor sains di Princ­eton University, AS, sementa­ra Mayor, 77 tahun, dan Que­loz, 53 tahun, adalah profesor di University of Geneva.

Dengan menggunakan per­alatan yang dirakit secara khu­sus di observatorium di Pran­cis selatan pada Oktober 1995, Mayor dan Queloz berhasil mendeteksi objek bola gas seu­kuruan Jupiter mengorbit 50 tahun cahaya dari tata surya kita. Setelah melakukan pene­litian secara mendalam, ked­ua astronom itu bisa mem­buktikan bahwa objek tersebut adalah sebuah planet.

“Temuan Mayor dan Que­loz telah memulai revolusi di bidang astronomi dan sejak temuan pertama kali, sudah ada lebih dari 4.000 eksoplanet ditemukan dalam galaksi kita,” komentar juri Dewan Nobel.

Atas prestasi mereka, Pee­bles mendapatkan setengah dari hadiah uang dari anugerah Nobel, sementara Mayor dan Queloz masing-masing berbagi dari sisa setengah hadiah uang yang berjumlah total sekitar 914.000 dollar AS.

Ketiga ilmuwan itu akan menerima anugerah Nobel dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara resmi penyerahan No­bel di Stockholm pada 10 De­sember mendatang. Sebelum­nya pada Senin (7/10) juri De­wan Nobel telah memberikan anugerah Nobel Medis pada ti­ga ilmuwan asal AS dan Inggris yaitu William Kaelin dan Gregg Semenza, serta Peter Ratcliffe, atas prestasi mereka tentang adaptasi sel dengan keterse­diaan oksigen yang bisa mem­buka jalan bagi strategi ba­ru untuk memerangi anemia, kanker, dan banyak penyakit lainnya.

Pada Rabu (9/10) dan Ka­mis (10/19) ini, juri Dewan Nobel akan mengumumkan pemenang Nobel Kimia dan Nobel Sastra. Kemudian pada Jumat (11/10), akan diumum­kan peraih Nobel Perdamaian, dan pengumuman Nobel akan ditutup pada Senin (14/10) pe­kan depan untuk peraih Nobel Ekonomi. SB/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment