Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Hasil Penelitian

Peneliti LIPI Temukan Bahan Baku Obat Kanker

Peneliti LIPI Temukan Bahan Baku Obat Kanker

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indo­nesia (LIPI), Jamilah me­nemukan bahan baku obat antikanker dari tanaman Calophyllum spp.

“Hasil penelitian kami telah membuktikan bahwa Calophyllum mengandung senyawa aktif antikanker dan antimalaria serta keter­sediaan Calophyllum yang melimpah di Indonesia,” kata Jamilah dalam orasi pengukuhan profesor riset yang berjudul Penemuan Senyawa Aktif Baru dari Ca­lophyllum spp sebagai Ba­han Baku Obat Antikanker dan Antimalaria, di Jakarta, Selasa (20/8).

Dari hasil penelitian, Ja­milah menemukan tiga se­nyawa baru dan 16 senyawa lama yang telah diidenti­fikasi strukturnya. Tiga se­nyawa baru tersebut adalah jayapurakumarin yang be­rupa bubuk kuning muda dan mempunyai aktivitas antikanker dan diperoleh dari tumbuhan Calophyllum soulattri dari Jayapura, Papua.

Senyawa baru selanjutnya adalah azizkumarin yang aktif sebagai antikanker dari Ca­lophyllum incrasaptum dari Pelalawan, Riau. Kemudian, senyawa Calocoumarin juga aktif sebagai antikanker yang diperoleh dari tanaman Calo­phyllum tetrapterum dari Gu­nung Kerinci, Jambi.

“Di Indonesia peluang un­tuk pengembangan senyawa aktif antikanker dan antima­laria untuk dijadikan obat an­tikanker dan antimalaria peng­ganti obat impor masih terbuka lebar,” ujarnya.

Jamilah menuturkan kan­ker merupakan penyebab ke­matian dan kejangkitan yang terbesar di dunia dibandingkan penyakit lain, dan jumlahnya meningkat hingga 70 persen dalam dua dekade.

Sementara itu, malaria ada­lah penyakit infeksi yang me­matikan nomor lima setelah penyakit infeksi saluran nafas, HIV/AIDS, diare, dan TBC.

Jamilah mengatakan tum­buhan Calophyllum spp mem­punyai potensi sebagai sumber bahan baku obat kanker dan malaria. Calophyllum mengan­dung senyawa santon, kumarin, biflavonoid, benzofenon dan neoflavonoid, triterpen, dan steroid yang memiliki aktivi­tas antiimflamasi, antijamur, antihipoglikemia, antiplatelet, antitumor, antimalaria dan an­tibakteri serta antiTBC.

Tanaman Calophyllum ter­sebar di hampir semua pulau-pulau besar di Indonesia se­hingga ketersediaannya sangat melimpah untuk dapat men­dukung pembuatan obat anti­kanker dan antimalaria.

“Untuk ikut berperan men­geliminasi malaria dan meng­atasi penyakit kanker di Indo­nesia, kami tertarik mencari senyawa baru dari tumbuhan Indonesia, yaitu tumbuhan Ca­lophyllum,” tutur Jamilah.

Menurut Jamilah, barvariasinya tumbuhan Calophyllum sebagai sumber bahan baku menuntut banyak riset dan pe­ngembangan agar dapat meng­hasilkan senyawa baru untuk di­jadikan obat anti malaria dan anti kanker yang lebih efektif, aman dan ekonomis. nik/Ant/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment