Koran Jakarta | July 22 2019
No Comments
VARIA

Pendidikan Antikorupsi melalui Permainan Peran

Pendidikan Antikorupsi melalui Permainan Peran

Foto : ISTIMEWA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan pendidikan antikorupsi akan diberikan kepada siswa melalui permain­an peran. “Jadi bukan melalui mata pelajaran, tetapi lebih pada cara-cara kreatif, seperti permainan peran, drama. Mi­salnya, kalau menemukan dompet di jalan, mau dikemana­kan dompet itu, apakah diambil atau diberikan ke polisi,” katanya, di Jakarta, Senin (17/18).

Mendikbud mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pe­nyusunan berbagai modul antikorupsi. Pendidikan antiko­rupsi tersebut akan satu paket dengan program penguatan karakter (PPK).

“Karena dalam PPK, ada lima karakter utama dalam PPK itu yakni religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas. Salah satu pintu masuk dalam pendidikan anti­korupsi ini melalui integritas,” ujarnya.

Pendidikan tersebut akan diberikan sejak dini, yakni se­jak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sebelumnya, Ke­mendikbud meluncurkan program Saya Anak Antikorupsi (SAAK). Tujuannya menciptakan generasi muda cerdas, berintergritas, dan berkarakter. Adapun misinya adalah un­tuk memperkuat ketakwaan generasi muda serta kecintaan terhadap Tanah Air. eko/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment