Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments

Pendeteksi Kesehatan Berukuran Mikro

Pendeteksi Kesehatan Berukuran Mikro

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Peneliti mengembangkan teknologi nirkabel untuk mengumpulkan data-data penting terkait dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Perkembangan teknologi terus memberikan man­faat untuk kemajuan dunia medis. Para insinyur dari Cornell University telah mendemon­strasikan sebuah metode baru untuk mengumpulkan dan mendeteksi tekanan darah.

Selain tekanan darah, metode ini juga melihat detak jantung dan tingkat kestabilan nafas manusia. Peneliti menemukan metode ini dengan menggunakan sistem sinyal frekuensi radio yang murah dan tag microchip. Yakni, mirip dengan label penanda anti-pencurian yang ada pada pakaian maupun peralatan elektronik.

Saat mendatangi tempat praktek dokter untuk berkonsultasi, rasanya Anda tidak akan lepas dari penggu­naan manset untuk tekanan darah yang akan meremas lengan Anda ataupun stetoskop dingin yang di­letakkan di dada Anda.

Semua dilakukan untuk me­ngumpulkan data-data penting ter­kait dengan kondisi kesehatan Anda. Tapi bagaimana jika tanda–tanda vi­tal atau penting dari kesehatan Anda tersebut ternyata bisa dikumpulkan oleh dokter tanpa kontak langsung dengan Anda.

Semua bahkan bisa dikumpulkan saat Anda duduk di ruang tunggu atau mungkin dikumpulkan senya­man anda di rumah Anda sendiri.

Pemindai seukuran kue kering ini mengukur gerakan mekanis dengan memancarkan gelombang radio yang memantul dari tubuh dan or­gan dalam, dan kemudian terdeteksi oleh mesin pembaca elektronik yang mengumpulkan data-data dari lokasi di tempat lain di ruangan itu.

Edwin Kan, profesor bidang teknik elektro dan komputer di Cor­nell University mengatakan sistem ini bekerja seperti radar. Akan tetapi tidak seperti kebanyakan sistem radar yang hanya mengandalkan gelombang radio untuk mengukur pergerakan.

Sistem yang dikembangkan Kan dan timnya ini mengintegrasikan “penginderaan koheren di dekat la­pangan”. Ini lebih baik mengarahkan sinyal elektromagnetik ke jaringan tubuh.

Metode ini sehingga memungkin­kan sebuah “tag” untuk mengukur pergerakan tubuh internal seperti pada jantung, apakah dia berdetak normal atau tidak, atau tekanan darah tinggi ataupun rendah dan sebagainya. Semua yang berdenyut di bawah kulit.

Tegnologi tag pemindai ini didu­kung oleh energi elektromagnetik yang dipasok oleh pembaca pusat, dan karena masing-masing tag me­miliki kode identifikasi unik yang ditransmisikan dengan sinyalnya. Kan mengatakan, jangkauan dari tekologi ini mencapai 200. Artinya 200 orang dapat dipantau secara bersamaan berbagai kondisi penting kesehatanya dengan hanya menggu­nakan satu pembaca sentral saja.

“Jika ini adalah ruang gawat daru­rat, semua orang yang masuk bisa memakai tag ini atau bisa memberi tag di saku depan mereka, dan tanda-tanda vital kesehatan setiap orang dapat dipantau pada saat yang bersamaan. Saya akan tahu persis siapa-siapa saja pemiliki tanda-tan­da penting dari kesehatan tersebut,” kata Kan.

Gagasan itu berawal setelah Kan dan mahasiswa pascasarjananya, Xiaonan Hui, mengunjungi Pusat Pengobatan Tidur di Weill Cornell Medicine dan NewYork-Presbyte­rian, di mana mereka mengukur penanda penting yang dapat meng­ganggu pola tidur.

“Kami memikirkan jenis teknolo­gi yang telah kami gunakan di lab kami dan berpikir bahwa kami mungkin bisa mendapat sinyal dari tanda-tanda vital tersebut,” kata Hui. “Tapi setelah kami mengetahui teorinya dan melakukan eksperi­men, kualitas sinyal lebih baik dari prediksi kami,” tambah Hui.

Smeentara menurut Kan, sinyal yang dihasilkan dari metode baru tersebut seakurat elektrokardiogram atau manset tekanan darah. Kan juga mengatakan bahwa dia yakin teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan usus, gerakan mata dan banyak gerakan mekanis internal lainnya yang dipro­duksi oleh tubuh.

Kan dan Hui berencana untuk melakukan pengujian yang lebih ekstensif dengan Dr. Ana Krieger, di­rektur medis dari Pusat Pengobatan Tidur dan profesor kedokteran klinis, obat-obatan di neurologi klinis dan pengobatan genetik klinis di Weill Cornell Medicine.

Mereka juga bekerja sama de­ngan profesor Jintu Fan dan profesor Huiju Park dari Cornell Department of Fiber Science and Apparel Design, yang telah menunjukkan cara untuk menyulam tag secara langsung ke pakaian menggunakan serat yang dilapisi dengan nanopartikel.

Hui membayangkan masa depan dimana pakaian dapat memantau kesehatan secara real time, dengan sedikit atau tanpa usaha yang dibu­tuhkan oleh pengguna.

“Untuk setiap pakaian pada pemakaian sehari-hari, mungkin ada tanda pada mereka, dan ponsel Anda akan membaca tanda vital Anda dan akan memberi tahu Anda beberapa jenis informasi tentang kondisi kesehatan Anda hari itu,” kata Hui.

Sistem ini dijelaskan dalam makalah Monitoring Vital Signs Over Multiplexed Radio by Near-Field Co­herent Sensing, yang sudah dipubli­kasikan di jurnal Nature Electronicsnik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment