Koran Jakarta | May 19 2019
No Comments
Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, H Mohammad Abid Umar, terkait Suara Nahdliyin dalam Pilpres 2019

Pemuda Ansor Akan Lakukan Gerakan Rabu Putih agar Rakyat Tak Golput

Pemuda Ansor Akan Lakukan Gerakan Rabu Putih agar Rakyat Tak Golput

Foto : ISTIMEWA
H Mohammad Abid Umar
A   A   A   Pengaturan Font
Organisasi massa Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri awal 1926 memiliki anggota sekitar 90 juta orang. Meski NU secara kelembagaan tidak berpolitik praktis, banyaknya jumlah pemilih Nahdliyin membuat NU selalu “seksi” untuk diperebutkan. Terlebih, dalam tahun politik seperti saat ini

Sebenarnya seperti apa peran dari anggota NU atau Nahdliyin dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019 ini, Koran Jakarta mewawancarai Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW Ansor) NU Jawa Timur, H Mohammad Abid Umar atau Gus Abib. Berikut petikannya.

Bagaimana pandangan Anda terkait peran NU dan Nahdliyin dalam Pilpres 2019?

Nahdlatul Ulama bukanlah partai politik (parpol). NU juga tidak memberikan instruksi kepada warganya (Nahdliyin) dalam memilih pasangan calon tertentu dalam pilpres. Tetapi, mereka sudah faham dan tahu mana yang nantinya bisa membawa kemaslahatan bagi NU ke depan.

Kalau Anda melihat sekarang, kira-kira suara Nahdliyin akan ke mana?

Sekali lagi, garisnya sudah jelas, pengurus tidak sedikit pun memberikan instruksi, namun kita juga tidak bisa melarang individu-individu dalam menggunakan hak pilihnya. Memang ada yang di pasangan 01 dan 02, tetapi dengan adanya debat, lalu adanya ulama NU akan memberikan dampak kepada pasangan yang menggunakan NU.

Sebenarnya ada berapa banya warga NU di Indonesia?

Secara resmi, kami belum bisa merinci, tapi kan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia. Untuk Pilpres 2019, target partisipasi Nahdliyin 80 persen.

Apakah sudah ada langkah khusus yang dilakukan pengurus NU untuk mencapai partisipasi tersebut?

Tentu, kami dari pusat yakni PBNU, Banom (badan otonom) NU seperti Ansor, Muslimat, Fatayat, hingga pengurus ranting, kecamatan, desa terus menyosialisasikan agar ikut menyukseskan Pilpres 2019 dengan menggunakan hak pilih. Bahkan, kami di Ansor sesuai instruksi Ketum (Ketua Umum KH Yaqut Cholil Qoumas) akan melakukan gerakan Rabu putih.

Ada berapa kader GP Ansor yang diturunkan membantu warga agar menggunakan hak pilih dan tidak golput?

Kita ada kader hampir empat juta seluruh Indonesia. Itu akan turun melakukan gerakan Rabu Putih. Gerakan ini sudah ada sejak jauh hari sebelum salah satu pasangan calon mendeklarasikan. Intinya, Rabu Putih ini untuk membantu warga agar tidak golput.

Intinya, secara lembaga NU akan ikut menyukseskan pemilu?

Iya, anggaran pemilu ini kan sangat besar. Dalam internal NU, kita ini tidak boleh ada yang mubazir atas anggaran yang besar tersebut dengan tindakan golput. NU akan terus membantu terlaksananya Pilpres 2019 yang sukses. 

 

muhammad umar fadloli/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment