Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments

Pemprov Papua Diminta Tak Alihkan Isu Penganiayaan

Pemprov Papua Diminta Tak Alihkan Isu Penganiayaan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ber­harap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tidak meng­alihkan isu dugaan penganiayaan terhadap pegawainya pada masalah nonhukum. Sejumlah bukti rekam medis sep­erti visum yang sudah diserahkan rumah sakit ke penyidik menjadi bukti bahwa penganiayaan tersebut benar terjadi.

“Kami harap pihak-pihak yang dipanggil tidak perlu meng­alihkan isu pada isu nonhukum, karena apa yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya adalah respons sesuai KUHAP set­elah ada laporan dan ditemukan bukti-bukti awal,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (11/2).

Febri mempersilahkan jika Pemprov Papua ingin men­gajukan foto kondisi dua pegawai KPK sebagai barang bukti kepada penyidik. Akan lebih baik jika para saksi yang dipanggil bisa bersikap kooperatif bahkan jika terdapat bantahan-bantahan dapat disampaikan langsung kepada penyidik.

Sebelumnya pengacara Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening meminta KPK jujur atas kasus dugaan penganiaya­an itu. KPK mengalihkan isu kegagalan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe menjadi dugaan penganiayaan.

Febri mengatakan pada Minggu (10/2) penyidik Dirkri­mum Polda Metro Jaya kembali memeriksa pegawai KPK yang menjadi korban di rumah sakit. Dari proses yang dilakukan tersebut, KPK melihat penanganan perkara ini semakin terang apalagi ketika penyidik sudah men­gagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di Hotel Borobudur, Jakarta pada saat kejadian.

ola/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment