Koran Jakarta | April 18 2019
No Comments
suara daerah

Pemprov Pacu Sejahterakan Warga Jateng

Pemprov Pacu Sejahterakan Warga Jateng

Foto : koran jakarta/Henri Pelupessy
A   A   A   Pengaturan Font

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk me­nekan angka kemiskinan. Pro­gram yang kini dengan gencar dilakukan adalah menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yang setiap tahun terus turun signifikan.

Pemprov juga fokus pada penghapusan kawasan permu­kiman kumuh. Ini dilakukan karena banyak masalah yang timbul di kawasan permuki­man kumuh. Ada juga inovasi dengan wujud mekanisasi pertanian. Semua itu dilaku­kan dalam upaya menghadirkan kesejahteraan di tengah masyarakat Jateng.

Untuk mengetahui upaya apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemprov Jateng untuk menyejahterakan warganya, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Jateng, Gan­jar Pranowo, di Semarang, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Pemprov Jateng intensif melaksanakan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Ini untuk me­nekan AKI?

Fokus kami penurunan angka kematian ibu dan anak. Persoalan stunting dan pe­nyakit tidak menular lain juga menjadi garapan serius kami. Dengan capaian ini, saya opti­mistis target Sustainable Devel­opment Goals (SGDs) yang dicanangkan tahun 2030 akan tercapai, yakni di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup.

Seberapa besar penu­runan AKI dan AKB?

AKI dan AKB di Jateng terus turun signifikan setiap tahun. AKI di Jateng pada tahun 2013 mencapai 613 ka­sus. Jumlah itu terus ditekan hingga pada tahun 2018 hanya terjadi 421 kasus AKI. AKB juga terus turun. Di tahun 2016, ter­jadi 5.485 kasus AKB. Jumlah itu terus ditekan hingga tahun 2018 jumlah AKB menjadi 4.481 kasus.

Selain itu, angka harapan hidup warga Jateng mengalami kenaikan. Jika di tahun 2013 angka harapan hidup masyara­kat Jateng 72,6 tahun, di tahun 2018 naik menjadi 74,08 tahun.

Semua itu terkait erat dengan masalah kesehatan. Bagaimana memberikan pe­mahaman akan pentingnya investasi kesehatan sejak dini?

Hal itu dapat dilakukan dengan mengubah kebijakan kesehatan yang lebih mem­prioritaskan pada sektor hulu. Jika bicara sektor hilir, ya rumah sakit. Jadi, orang sakit pasti larinya ke rumah sakit. Padahal, banyak cara yang da­pat dilakukan untuk mencegah orang sakit.

Misalnya, cuci tangan sebe­lum makan, olahraga teratur, makan buah dan sayur, men­jaga kebersihan lingkungan. Nah, ke depan, langkah-lang­kah pencegahan inilah yang harus terus dilakukan.

Program lain untuk men­dukung penurunan AKI dan AKB apa?

Fokus penghapusan kawasan permukiman kumuh tidak boleh ha­nya mengedepankan faktor infrastruktur saja. Aspek kultural dan sosial masya­rakat harus diperhatikan. Di lokasi kawasan permukiman kumuh itu banyak ditemui permasalahan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, narkotika, kriminalitas. Ini ha­rus diperhatikan. Jadi, jangan hanya mengubah tampilannya saja, namun kultural masyara­kat harus juga diubah.

Masalah apa yang ditim­bulkan di kawasan permuki­man kumuh?

Banyak masalah yang tim­bul di kawasan permukiman kumuh. Saya menemukan ada anak kecil sudah mengenal narkotika, ada yang ngelem, seks bebas, dan lainnya. Maka penataan kawasan permuki­man kumuh ini penting selain demi keindahan juga untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan masyara­kat, salah satunya diukur dari ada tidaknya kawasan kumuh. Di negara-negara maju, aspek ini benar-benar diperhatikan. Di negara-negara maju itu pasti lingkungannya bersih, tertata rapi, dan aman. Mari kita mewujudkan hal itu secara pelan karena menyelesaikan masalah ini tidak bisa dilaku­kan secara instan.

Untuk menghilangkan kawasan kumuh, ekonomi warga harus meningkat. Bagaimana upaya menye­jahterakan para petani?

Mekanisasi pertanian sa­ngat penting agar pertanian di Jateng semakin maju. Kema­juan zaman menuntut para petani untuk mengubah sistem pertanian, dari konvensional menuju modern. Sekarang banyak orang mengeluh ke saya, katanya mencari buruh pertanian sulit.

Ada juga yang mengeluh lahan semakin menyempit serta minimnya generasi penerus yang mau menjadi petani. Untuk menjawab persoalan-persoalan itu, mekanisasi pertanian adalah salah satu solu­si yang tepat.

Bagaimana de­ngan penggunaan peralatan pertanian yang canggih?

Kemajuan zaman, memaksa petani untuk mau tidak mau menggunakan perala­tan pertanian yang canggih. Selain pekerjaan akan lebih efisien dan mudah, hasil per­tanian akan meningkat. Sejak pengolahan lahan, tanam hingga panen semua meng­gunakan peralatan canggih, maka semua akan lebih cepat dan efisien.

Misalnya, macul yang biasanya butuh berhari-hari diganti menggunakan traktor. Tanam padi yang biasanya ibu-ibu dengan berjalan mundur, sekarang maju karena meng­gunakan transplanter. Panen menggunakan mesin combine harvester, dan lainnya.

Apa yang harus dilakukan para petani selain dengan mekanisasi pertanian?

Dengan cara bertani yang baik. Penggunaan pupuk organik, pestisida organik dan budi daya produk-produk pertanian yang organik juga harus ditingkatkan. Pertanian berkelanjutan ini akan men­jadi harapan besar bagi anak cucu kita kelak.

Apa permasalahan lain yang dihadapi para petani?

Persoalan lain yang harus dihadapi para petani adalah problem lahan yang semakin menyempit. Para petani hen­daknya mengonsolidasikan la­han, dengan cara membentuk kelompok-kelompok pertanian dan bekerja bersama-sama. Saya harapkan dalam satu hamparan, milik orang ba­nyak tapi dikelola bersama. Pembentukan kelompok tani adalah solusi terbaik untuk persoalan menyempitnya la­han ini.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment