Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
SUARA DAERAH

Pemprov NTT Terus Kembangkan Sektor Wisata

Pemprov NTT Terus Kembangkan Sektor Wisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kawasan pariwisata baru yang muncul seiring dengan meningkatnya popularitas Pulau Komodo, Danau Kelimutu di Ende, dan beberapa destinasi pantai lain. Segala upaya dilakukan pe­merintah provinsi (Pemprov), yang mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk mendongkrak jumlah kun­jungan wisatawan.

Dukungan juga dilaku­kan oleh BUMN, melalui PT Angkasa Pura I (Persero) dengan mengadakan kegiatan talkshow collaborative desti­nation development (CDD) bertema Explore The Amazing Destination at East Nusa Teng­gara. Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pekan lalu tersebut guna mendukung pengembangan potensi pari­wisata di Provinsi NTT.

Untuk mengetahui lebih jauh upaya pengembangan pariwisata yang telah dan akan dilakukan di wilayah ini, wartawan Koran Jakar­ta, Muhammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawan­carai Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, di Jakarta, belum lama ini. Berikut petikan se­lengkapnya.

Bagaimana Anda melihat acara talkshow CDD?

Ini sangat bagus dan secara pribadi saya berterima kasih kepada PT Angkasa Pura I (Per­sero), khusus kepada Dirut, Faik Fahmi, yang berinisiatif menggelar acara ini. Pertemu­an CDD tidak boleh berhenti dan mesti ditindaklanjuti.

Selain Pulau Komodo, NTT punya banyak potensi pariwisata yang bisa dikem­bangkan dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.

Namun, saya mengakui saat ini masih kurangnya inovasi dan kreativitas membuat po­tensi wisata yang ada belum bisa dinikmati secara maksimal.

Terkait jumlah kunjungan wisatawan bagaimana sebar­annya?

Jumlah wisatawan domestik di wilayah NTT masih didomi­nasi oleh Kota Kupang sebesar 50 persen. Sementara wisa­tawan mancanegara (wisman) dikontribusi oleh Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo) sebesar 62 persen, Ende 8 per­sen, Sikka (Maumere) 8 persen, dan Kota Kupang 7 persen.

Kenapa Kupang masih mendominasi?

Iya masih. Kota Kupang adalah gerbang utama bagi NTT, baik dalam mendukung kegiatan ekspor-impor mau­pun sebagai hub pariwisata, di mana konektivitas udaranya dikontribusi oleh penerbangan perintis intra 13 bandara.

Bagaimana dengan Pulau Komodo?

Pulau Komodo di Labuan Bajo masih menjadi tujuan utama favorit bagi wisatawan mancanegara. Sehingga diha­rapkan tren ini dapat memberi­kan dampak tidak langsung bagi Kupang. Kupang bisa di­optimalkan potensinya sebagai tempat transit bagi wisatawan dari Indonesia bagian timur dan Timor Leste ataupun luar negeri, khususnya Australia.

Memangnya berapa ba­nyak jumlah kunjungan wisa­tawan ke Pulau Komodo?

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Komodo, kunjungan wisman Janu­ari–Agustus 2018 mayoritas dikontribusi oleh wisatawan asal Australia (8.100 orang). Diikuti wisman dari Inggris (7.300 wisatawan), Spanyol (6.900), Jerman (6.400), dan Amerika Serikat (6.000).

Apa saja dukungan PT Angkasa Pura I untuk pari­wisata di NTT?

Kami mendapatkan du­kungan dari PT Angkasa Pura I untuk meraih target wisatawan di NTT berupa peningkatan trafik pesawat dari dan me­nuju Kupang melalui Bandara El-Tari. Infomasi dari Dirut PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, kalau mereka akan mem­berikan insentif full berupa bebas biaya landing fee kepada maskapai yang membuka rute baru selama enam bulan serta bebas biaya promosi di bandara selama satu bulan.

Bagaimana dengan ren­cana Anda menaikkan harga tiket ke Pulau Komodo, bisa dijelaskan?

NTT itu indah dan kecil. Yang datang harus menge­luarkan biaya besar. Pulau Ko­modo itu indah, eksotik, dan langka. Jangan dijual murah. Turis asing yang masuk harus bayar 500 dollar Amerika Seri­kat (AS), semua ribut.

Tarif masuk ke Pulau Komodo tersebut tidak begitu mahal jika di­bandingkan de­ngan Bhutan yang me­netapkan tarif 250 dollar AS per hari bagi turis yang datang. Para turis pun diwajibkan untuk tinggal minimal 10 hari.

Memang sebelumnya berapa?

Saat ini tiket masuk ke Pulau Komodo berdasarkan Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2014 dan Keputusan Dirjen PHKA Nomor: SK.133/IV-SET/2014 adalah sebesar 150 ribu rupiah untuk wisa­tawan mancanegara dan 5.000 rupiah untuk wisatawan do­mestik. Harga tersebut berlaku untuk per orang per hari.

Jadi menurut Anda wajar jika tarif itu naik?

Sangat wajar jika harga tiket masuk ke Pulau Komodo di­naikkan. Apalagi Komodo me­rupakan satu-satunya hewan purba di dunia yang hanya ada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Biarlah komodo punya harga luar biasa. Masa hewan purba satu-satunya di dunia, murah lagi.

Lalu, untuk apa kenaikan tarif itu?

Kenaikan tarif masuk Pulau Komodo akan menggenjot ekonomi daerah dan warga se­kitar. Dengan adanya manfaat ekonomi tersebut, warga akan lebih menjaga lingkungan di kawasan wisata sehingga ke­berlanjutan industri wisata ke depan bisa terjaga.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment