Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Pemerataan Ekonomi

Pemprov Jabar Dorong Perluasan Industri ke Timur

Pemprov Jabar Dorong Perluasan Industri ke Timur

Foto : ISTIMEWA
ALIHKAN PABRIK - Menteri perindustrian Airlangga (tengah) meresmikan pabrik baru kaca PT Asahimas Flat Glass di Cikampek, Jawa Barat, Senin (19/2). Pabrik baru di Cikampek itu untuk menggantikan lini produksi di Ancol, Jakarta.
A   A   A   Pengaturan Font

KARAWANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus mendorong per­luasan kawasan industri ke wilayah timur agar tercipta pemerataan ekonomi. Selama ini, sekitar 60 persen indus­tri manufaktur di Indonesia masih berpusat di Karawang, Bekasi, hingga Purwakarta.

“Kalau dulu ada Jababeka, yang sekarang sudah diang­gap banyak dan penuh. Maka pemerintah provinsi Jawa Barat akan mengarahkan dunia usaha atau perindus­trian di Jawa Barat ke wilayah Timur Utara Jawa Barat,” kata Wakil Gubernur Jabar, Uu Ru­zhanul Ulum melalui siaran pers saat menghadiri peres­mian Pabrik Kaca Lembaran dan Cermin PT Asahimas Flat Glass Tbk di Kawasan Industri Indotaisei, Cikampek, Kabu­paten Karawang, Senin (18/2).

Dia berharap, dengan ada­nya kawasan baru industri manufaktur, maka investasi tahun ini meningkat diban­dingkan capaian pada 2018 sebesar 116 triliun rupiah.

Pada kesempatan ini, Uu juga menyinggung masalah tenaga kerja yaitu upah dan kebutuhan dasar pekerja. Pemda Provinsi Jawa Barat meminta agar ke depan in­dustri bisa menyediakan kebutuhan lain seperti pe­rumahan pekerja yang dekat dengan lokasi kerja dan trans­portasi.

Uu meyakini apabila ke­butuhan dasar ini bisa terpe­nuhi, para pekerja tidak akan terus menuntut kenaikan upah yang besar kepada pe­rusahaan. “Dengan adanya pemenuhan dasar tersebut para pekerja tidak akan tetap menuntut upah yang besar karena kebutunan dasarnya sudah terpenuhi,” sambung­nya.

PT Asahimas Flat Glass merupakan perusahaan kaca pertama di Indonesia yang di­bangun pada 1971 dan mulai beroperasi pada 1973. Pabrik barunya di Cikampek meng­gantikan pabrik lamanya di Ancol, Jakarta.

Miliki Integritas

Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengapr­esiasi kepada pabrik kaca ter­integrasi ini karena terus eksis dan memiliki integritas dalam membangun industri kaca na­sional. Kapasitas pabrik kaca Asahimas di Cikampek men­capai 420.000 ton, sehingga total produksi kaca Asahimas melalui pabriknya di Sidoarjo, Jawa Timur dan Cikampek ini mencapai 720.000 ton.

Sementara nilai investasi yang ditanamkan sebesar 5 triliun rupiah dengan me­nyerap tenaga kerja hingga 3.000 orang. Produksi kaca Asahimas untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kom­ponen otomotif, gedung, dan permukiman.

“Dan ini adalah leading sector di sektor float glass dan kaca di Indonesia. Juga men­jadi bukti bahwa investasi itu bisa menyerap tenaga kerja,” tutur Airlangga. tgh/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment