Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
suara daerah

Pemkot Terus Lakukan Inovasi Layanan di Bandung

Pemkot Terus Lakukan Inovasi Layanan di Bandung

Foto : KJ / Teguh Raharjo
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, pada September menda­tang akan habis masa tugas di Kota Bandung dan selanjutnya ke Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai gubernur. Di bawah kepemimpinannya, cukup ba­nyak inovasi khususnya terkait pelayanan kepada masyarakat dengan memaksimalkan tek­nologi informasi.

Inovasi dan aplikasi infor­masi itu bahkan sudah banyak yang dipakai oleh daerah lain termasuk pemerintah pusat. Aplikasi ini tentunya telah membuat Kota Bandung menjadi juara dalam sejum­lah hal. Aparatur sipil negara di Kota Bandung diharapkan terus melanjutkan tradisi juara tersebut.

Selama hampir lima tahun terakhir, tag line Bandung juara berhasil meningkatkan kapasitas pelayanan aparat kepada masyarakat. Untuk bisa menjadikan Bandung juara, setiap aparatur sipil negara ha­rus memiliki semangat kinerja yang produktif, profesional, berintegritas, dan melayani dengan tulus.

Itu adalah rumus pela­yanan kepada masyarakat. Itu rumus Bandung juara selama hampir lima tahun ini dijalani. Rumus itulah yang menjadi­kan kota ini sampai sekarang banyak mendapatkan apresiasi penghargaan. Tercatat sudah ada 338 penghargaan yang diterima Pemkot Bandung, baik skala nasional maupun internasional.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemkot Bandung untuk me­ningkatkan pelayanan kepada masyarakat de­ngan aneka inovasi, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo ber­kesempatan mewawanca­rai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkap­nya.

Anda banyak membuat hal baru selama memimpin Kota Bandung, apakah strategi ini akan dilanjutkan?

Kota Bandung adalah kota yang teramat istimewa bagi saya. Selama lima tahun me­mimpin, kami sudah meru­muskan cara-cara baru dalam membangun.

Zaman baru membutuh­kan cara dan pemikiran baru. Problem sekarang juga banyak yang baru jadi harus direspons dengan cara dan strategi yang baru juga.

Bisa dijelaskan lebih detail?

Kepemimpinan itu tidak boleh lagi ada pejabat yang asal tunjuk tangan. Yang saya minta adalah pemimpin yang turun tangan. Camat dan lurah datangi warga, membawa ma­kanan untuk makan bersama sekaligus menyerap masalah yang ada. Salat Jumat ke masjid bergiliran, keliling. Malam minggu nonton layar tancap film dengan warga, adakan car free day dan car free night.

Apa yang ingin diraih de­ngan itu semua?

Intinya perbanyak silatu­rahmi. Kalau perlu ikut turun bersihkan gorong-gorong. Tugas aparat kewilayahan adalah menjaga situasi di wilayahnya tetap normal dan tidak ada komplain dari warga. Jika sudah demikian artinya camat dan lurah sudah bertu­gas dengan baik. Lalu kepada SKPD, indikator produktivitas menjadi semakin baik.

Akuntabilitas Kota Bandung selama dua tahun ranking pertama. Itu penghargaan dari Kemenpan. Tahun ini kami ma­sih yang terbaik di antara 500 kota/kabupaten di Indonesia. Meski ada penurunan angka akuntabilitas, ini akan ada ev­lauasi, kenapa turun. Lalu dari Kemendagri, bocorannya kami juga akan dapat yang terbaik. April nanti akan dimumkan. Tentu yang baik-baik ini akan ditingkatkan ke Jabar.

Inovasi terkait teknologi informasi dalam pelayanan akankah terus dilakukan?

Bandung sudah men­jadi juara, jangan melemah. Harus dipertahankan. Jabar juga harus juara. Tahun 2016, Bandung rangking enam du­nia sebagai kota dari nega­ra berkembang yang paling proaktif mengonversi kehidup­an pembangunannya dengan teknologi. Semangat ini kita terus bangun di mana saat ini hampir 300 software dan aplikasi telah kami buat, untuk melayani warga.

Apa keuntungan yang bisa dinikmati dari aneka inovasi ini?

Gara-gara teknologi, kami bisa menghemat anggaran sampai satu triliun rupiah. Dengan teknologi kami bisa memonitor kinerja aparatur sipil negara, yang malas.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment