Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments

Pemkot Surabaya Terus Kembangkan Sektor Wisata

Pemkot Surabaya Terus Kembangkan Sektor Wisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Indonesia memiliki banyak kota yang berwawasan wisata dan mendeklara­sikan dirinya sebagai kota wisata. Sebut saja Bali dan Yogyakarta. Meskipun belum mendeklarasikan sebagai kota wisata, Surabaya yang me­miliki banyak potensi wisata sudah gencar melakukan berbagai pembenahan serta mengembangkan fasilitas meeting, incentive, coference, exhibition (MICE).

Baru-baru ini dua jurnalis asal Eropa tertarik membuat film dokumenter di Surabaya. Hal itu membuktikan segala potensi pariwisata Kota Pahlawan, sep­erti kuliner, cagar budaya, life­style, taman-taman kota, hingga suasana kampung dengan kearifan lokalnya, memiliki daya tarik bagi kaum mancanegara.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak awal berkomit­men mengembangkan potensi yang ada. Pengembangan tersebut dilakukan dengan ja­lan membuat suatu konsep agar Surabaya memiliki daya saing pariwisata yang berbeda dengan kota-kota lain di Tanah Air.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemkot Surabaya dalam mengembangkan pariwisatan­ya ke depan, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesem­patan mewawancarai Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Surabaya, baru-baru ini. Beri­kut petikan selengkapnya.

Konsep pengembangan pariwisata Surabaya ke de­pan seperti apa?

Walaupun Surabaya tidak mempunyai objek wisata seperti di Eropa, namun yang membuat wisatawan asing betah di sini adalah kampung-kampung yang masih tetap terjaga kearifan lokalnya. Kare­na itu, saya selalu mengajar­kan kepada warga agar selalu ramah terhadap wisatawan yang datang. Saya mengajak warga Surabaya untuk menjadi tuan rumah yang baik.

Bagaimana agar wisa­tawan merasa nyaman dan jumlah kunjungan mening­kat?

Kami ingin Surabaya bisa terus ramai, baik siang atau­pun malam. Salah satunya, dengan membuat taman-ta­man kota yang bisa dikunjungi selama 24 jam. Terlebih, kami telah menyediakan layanan 112 yang beroperasi selama 24 jam. Tujuannya, agar masyara­kat maupun wisatawan yang tinggal di Surabaya, merasa aman, nyaman, dan senang hati, di segala waktu.

Saya selalu mencari hal-hal unik yang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia dan Eropa. Selain untuk menggaet wisatawan, semua langkah tersebut juga sebagai komitmen kami agar Surabaya bisa sejajar dengan kota-kota besar di dunia.

Bisa diberikan contohnya?

Kami memasang an­eka lampion di sepanjang Sungai Kalimas, tiap tahun ganti desain dan warnanya, supaya menarik. Tahun ini, Pemkot berencana membangun museum olahraga. Lokasinya bakal ditempatkan di Gelora Pancasila. Museum ini akan menampilkan sederet prestasi yang berhasil diraih at­let-atlet olahraga asal Surabaya, baik di tingkat internasional.

Siapa saja atlet yang akan mengisi koleksi museum ini?

Kami sudah menghubungi beberapa legenda atlet dunia asal Surabaya, seperti Alan Budi Kusuma, Minarti Timur, Lilis Handayani, dan Rudi Har­tono. Kami ingin berdiskusi dan minta saran dari beberapa tokoh, siapa saja yang bakal mengisi museum olahraga ini.

Nanti berbagai penghar­gaan yang berhasil diraih, taruhlah bukan yang piala asli, tapi bisa dibuat duplikasinya untuk ditampilkan. Mungkin ada raketnya, foto-foto dia, nanti dilihat yang bisa kami masukkan. Tapi yang juara du­nia pasti akan dimasukkan.

Sejauh mana perkem­bangan proyek tersebut?

Sedang tahap renovasi (Gelora Pancasi­la), semoga bisa ram­pung bulan November 2019 agar museum bisa segera dires­mikan.

Apa pesan yang ingin disampaikan dari museum tersebut?

Dengan membangun museum olahraga ini, kami ingin membangkitkan mo­tivasi anak-anak Surabaya bahwa mereka bisa menjadi pahlawan, baik bagi orang tua, lingkungan, maupun kotanya dengan prestasi di bidang olahraga. Sebetulnya mereka itu juga pahlawan, membawa nama negara.

Rencana lain untuk anak-anak Surabaya?

Kalau di luar negeri itu, se­tiap orang wajib bisa berenang dan menyetir mobil karena suatu saat akan dibutuhkan. Untuk itu, Pemkot akan mem­bangun dua kolam renang gratis untuk para pelajar, satu di Kelurahan Balas Klumprik, dan satunya lagi di dekat Kampus Universitas Merdeka. Ini menjadi salah satu pri­oritas kami untuk membekali anak-anak Surabaya dengan kemampuan berenang.

Upaya pengembangan wisata lainnya?

Setiap Surabaya menjadi tuan rumah sebuah event, oto­matis omzet pendapatan restoran dan hotel ikut meningkat, yang akan berimbas pada bertambahnya pajak pendapatan daerah. Karena itu, semua event biasanya lang­sung saya kontrol sendiri, termasuk tari-tarian.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment