Koran Jakarta | September 24 2018
No Comments
suara daerah

Pemkot Salatiga Terus Memberdayakan UMKM

Pemkot Salatiga Terus Memberdayakan UMKM

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Salatiga dengan luas wila­yah sekitar 56,78 km² ini terletak pada jalur Jawa Tengah (Jateng), yang menghu­bungkan Kota Semarang dan Surakarta. Dengan ketinggan 450–800 meter dari permukaan laut dan berhawa sejuk serta dikelilingi oleh keindahan alam berupa gunung (Merbabu, Te­lomoyo, dan Gajah Mungkur).

Sejak zaman Belanda, Kota Salatiga sudah digunakan sebagai daerah peristirahatan karena memang Salatiga ber­hawa sejuk, sehingga banyak bangunan kuno peninggalan Belanda terdapat di Salatiga dan sampai sekarang masih berdiri kokoh. Untuk melestari­kan bangunan tersebut, Peme­rintah Kota (Pemkot) Salatiga memanfaatkannya sebagai gedung perkantoran (kantor wali kota), rumah dinas CPM, dan lain-lain.

Di kota ini banyak makanan khasnya, antara lain enting-enting gepuk, abon sapi, dan masih banyak lagi. Pada sore hari, di sepanjang Jalan Jende­ral Sudirman terdapat wedang ronde khas Salatiga yang dapat menghangatkan badan sekali­gus bisa menghilangkan masuk angin. Demikian juga bila akan ke Semarang dari arah Salatiga, di sepanjang Jalan Fatmawati (Blotongan) banyak terdapat rumah makan yang menyedia­kan menu khas sate kambing.

Untuk itulah, Pemkot Salatiga terus mengembang­kan dan membina usaha mikro kecil menengah (UMKM). Yang disasar, tidak hanya binaan Di­nas UMKM Kota Salatiga saja, namun juga UMKM lain yang belum terakses dengan baik.

Demikian juga dengan program unggulan bantuan bagi RW atau program Gugur Gunung Nyengkuyung Mban­gun Rukun Warga (Guyub RW). Program ini untuk memban­tu pembangunan di tingkat RW agar warga di lingkungan RW berperan aktif dalam menentukan prioritas pemba­ngunan.

Untuk mengetahui le­bih lanjut komitmen Pemkot Salatiga memberdayakan sek­tor UMKM dan mewujudkan Salatiga baru, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan mewawancarai Wali Kota Salatiga, Yulianto, di Salatiga, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya.

Pemkot Salatiga berkomit­men membangun Salatiga baru, bisa Anda jabar­kan?

Saya telah menetap­kan beberapa prioritas pembangunan pada tahun 2019, di antaranya penataan saluran sepan­jang Jalan Kartini di sisi kanan jalan, penyele­saian GOR Indoor Kridan­ggo, pemba­ngunan fly over atau underpass di perempatan Bendosari, re­lokasi Kantor Dinas PUPR dan Dinas PKP dari Jl Ahmad Yani.

Relokasi kios pedagang buah untuk dibangun ta­man, detail engineering design (DED) Penataan Jalan Jenderal Sudirman, masterplan kom­pleks perkantoran, pemba­ngunan stadion mini di empat kecamatan, pembangunan ta­man kota di empat kecamatan, dan penataan pasar tradisional.

Bagaimana dengan ban­tuan bagi RW atau program Guyub RW?

Bantuan bagi RW atau pro­gram gugur gunung nyeng­kuyung mbangun rukun warga (Guyub RW) dapat dilaksana­kan di tahun perubahan 2018. Saya minta bantuan RW sebesar 50.000.000 rupiah per tahun dapat mendorong peran serta aktif dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan di lingkungan RW.

Melalui stimulan dana hibah sebagai upaya mendukung visi Kota Salatiga, hati beriman yang sejahtera mandiri dan ber­martabat dan menciptakan kontribusi peran lembaga kemasyarakatan RT dan RW dalam meningkatkan percepat­an dan pemerataan pemba­ngunan. Filosofisnya adalah untuk membantu pemba­ngunan di tingkat RW.

Dengan begitu warga di lingkungan RW tersebut dapat berperan aktif dalam menen­tukan prioritas pembangunan. Selain itu dapat membantu mempercepat pembangunan dan utamanya menurunkan angka kemiskinan.

Apa maksud dan tujuan dari program tersebut?

Maksud dari program Guyub RW untuk meningkat­kan peran serta masyarakat secara langsung. Dimulai dari proses perencanaan, pelak­sanaan, pengawasan, bahkan pertanggungjawaban pengop­erasionalan pembangunan yang ada di lingkungannya. Dari sini, warga merasa memi­liki hasil pembangunan yang dilaksanakan. Program ini demi peningkatan peran serta masyarakat secara langsung.

Apa yang diharapkan dari program Guyub RW tersebut?

Harapan kami, dalam pelaksanaan program itu, warga di lingkungan RW dapat berperan aktif. Jika program ini dilaksanakan dengan baik maka da­pat meningkatkan peran warga dan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam meren­canakan dan melaksanakan pembangunan di lingkungan­nya serta memelihara hasil dan fungsinya.

Kota Salatiga dikenal berkomitmen terhadap pe­ngembangan UMKM?

Pengembangan UMKM terus ditingkatkan, salah satu upaya yang dilakukan dengan Festival UMKM Kota Salati­ga. Kegiatan tersebut sangat strategis karena menjadi media promosi produk UMKM dan media silaturahim antar-UM­KM. Untuk pelaksanaan tahun depan dengan memperluas peserta UMKM, tidak hanya UMKM yang sudah menjadi binaan dinas saja, tapi UMKM lain yang jumlahnya sangat banyak dan belum terakses kegiatan seperti ini harus digandeng.

Langkah strategis apa un­tuk mengembangkan UMKM?

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Salatiga memperhatikan pelaku UMKM di luar binaan dinas. Para pelaku UMKM di­minta dan didorong untuk gigih dalam berusaha, terus mening­katkan kemampuan agar lebih mandiri dan sukses. Selanjut­nya bisa menjadi UMKM yang maju dan terkenal, seperti Singkong Keju D9 yang sudah terkenal sampai negara lain.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment