Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan Kabupaten Rembang masih 19,5 persen. Pada 2018, jumlah tersebut turun menjadi 15 persen.

Dengan visi terwujudnya masyarakat Rembang yang sejahtera, melalui peningkat­an perekonomian dan sumber daya manusia yang dilandasi semangat kebersamaan, pem­berdayaan masyarakat, dan kewirausahaan diharapkan jumlah kemiskinan dapat terus ditekan. Pemkab berusaha mewujudkan pemerintahan yang cepat tanggap, transparan, partisipatif, dan berkeadilan se­suai prinsip pemerintahan yang amanah.

Jajaran Pemkab berusaha melakukan sejumlah langkah. Pertama, membangun keman­dirian ekonomi dan upaya penanggulangan kemiskinan berbasis sumber daya daerah, maupun pemberdayaan masya­rakat, serta terjaminnya keles­tarian lingkungan hidup. Kedua, meningkatkan investasi serta mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ketiga, melanjutkan pem­bangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas serta berdimensi kewilayahan. Tidak ketinggalan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan yang ter­jangkau bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pendi­dikan keagamaan. Berusaha diwujudkan kedaulatan pangan dan kapasitas ekonomi rumah tangga berbasis pertanian dan perikanan. Semua dilakukan untuk menekan kemiskinan di wilayah tersebut.

Untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pemkab Rem­bang menekan angka kemis­kinan dan upaya lain mengem­bangakan berbagai potensi lain, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan me­wawancarai Bupati Rembang, Abdul Hafidz, di Rembang, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana mengembang­kan aneka potensi yang ada di Kabupaten Rembang?

Kabupaten Rembang me­miliki potensi luar biasa. Jika dikelola secara maksimal, masyarakatnya dapat se­jahtera. Potensi tersebut, antara lain di sektor tambang, perta­nian, dan kelautan. Semua itu kalau digarap dengan maksimal maka tidak perlu kita ke mana-mana, di Rembang sudah bisa sejahtera.

Angka kemiskinan di Kabu­paten Rembang menurun?

Berdasarkan data kemis­kinan 2016, angka kemiskinan di Kabupaten Rembang ma­sih 19,5 persen, sedangkan sampai 2018, jumlah tersebut turun menjadi 15 persen. Itu berhasil dilakukan selama tiga tahun memimpin. Berarti ada peningkatan kesejahteraan.

Upaya apa saja yang dilaku­kan untuk menekan angka kemiskinan?

Salah satu upaya yang dinilai jitu adalah dengan meningkat­kan penghasilan masyarakat­nya melalui produk industri rumahan. Ratusan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus dibina, belasan produk unggulan UMKM juga telah di­pajang dan dijual digaleri UKM Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Bagaimana dengan pro­gram idustri rumahan itu?

Program industri rumahan merupakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengem­bangan potensi daerah yang tidak hanya memberikan sumbang­sih kepada pelaku dan keluarga, tetapi juga masya­rakat bahkan daerah. Industri rumahan terus dikembangkan agar mampu menggerakkan roda perekonomian dan men­cegah perempuan untuk bekerja menjadi pekerja migran di luar negeri.

Industri rumahan terus dikembangkan bukan hanya se­kadar untuk skala rumah tangga saja. Program industri rumahan di Kabupaten Rembang dikem­bangkan di dua desa sebagai percontohan yaitu Desa Tri­tunggal dan Desa Pasarbanggi.

Kendala apa yang dihadapi dalam pengembangan pro­gram tersebut?

Mereka masih terdapat kekurangan dari sisi kemasan dan permasalahan tersebut sering dijumpai di produk-produk UMKM di Rembang. Namun, respons cepat dengan memberi­kan arahan dengan melatih warga Desa Tahunan. Potensi industri rumah­an yang dimiliki sangat bagus untuk dikembangkan guna meningkatkan peng­hasilan warga.

Kelemahan kita itu di-packing, maka harus ada inovasi dan edukasi agar nanti bisa dipasarkan di mana-ma­na yang juga akan menam­bah omzet dan akhirnya para ke­lompok bisa sejahtera. Pem­kab sudah membina ratusan UMKM.

Pemkab Rembang akan me­laksanakan program inovasi desa?

Kami mendorong seluruh desa terus berinovasi, me­ngembangkan segala potensi yang ada di desa. Salah satunya adalah sebuah potensi alam yang memiliki nilai jual untuk pariwisata. Sedangkan bagi desa yang memiliki potensi buah-buahan yang melimpah dapat diolah sendiri dan dipasarkan dengan harga yang lebih meng­untungkan. Ini akan banyak melibatkan tenaga kerja, dari pada hanya dijual berupa bahan mentah kepada tengkulak.

Upaya konkretnya seperti apa?

Kami memberikan pendam­ping desa dan kecamatan. Mere­ka dapat berkomunikasi dengan lancar agar pembangunan ini terus dapat dilakukan, sehing­ga potensi yang ada di desa tergarap dengan baik. Seperti banyaknya hasil buah-buahan, bisa diolah dan jual sendiri. Nanti modalnya dari dana desa agar menjadi industri rumahan.

Adanya potensi Goa Doan Jati Kusuma di Kecamatan Gunem, dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata. Selain pemandangan yang indah memanjakan mata, bukit di atasnya juga cocok untuk olah­raga paralayang. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment