Koran Jakarta | May 27 2018
No Comments
suara daerah

Pemkab Terus Kembangkan Sektor Wisata Situbondo

Pemkab Terus Kembangkan Sektor Wisata Situbondo

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Situbondo yang berada di daerah pesisir utara Pulau Jawa memiliki wilayah seluas 1.638 kilome­ter persegi. Letak kabupaten yang masuk kawasan Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi) ini cukup strategis.

Berdasarkan kondisi geografi dan topografi yang ada, Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo terus menggali dan mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut. Pemkab Situbondo sedang merancang melaksana­kan program Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilaksanakan jajaran Pemkab Situbondo mengembangkan bidang pariwisata dan program Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesem­patan mewawancarai Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, di Situbondo, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bisa dijelaskan rencana Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019?

Kami sangat optimistis atas program Tahun Kunjungan Wisata Situbondo Tahun 2019. Sebenarnya, Situbondo diuntungkan dengan kondisi geografinya yang dekat dengan tiga tujuan wisata internasional, Gunung Bromo di Probolinggo, Kawah Ijen di Banyuwangi, dan Taman Nasional Baluran di Situbondo sendiri.

Dengan kondisi demikian, dapat dibuatkan paket wisata. Kalau wisatawan tidak pakai paket, Baluran tetap menjadi tujuan favorit karena memang pesonanya lengkap, mulai hewan liar, hutan, savana, gunung, sampai laut. Dari data, hingga akhir tahun lalu pengunjungnya sudah lebih dari 100 ribu orang.

Upaya persiapan?

Untuk menuju Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019, harus sudah dipersiapkan mulai tahun 2018. Secara garis besar ada dua hal yang harus disiapkan, SDM serta sarana dan prasarana. Seluruh organi­sasi perangkat daerah (OPD) harus mendukung dan saling menopang. Ini sangat kami tekankan.

Mulai akhir tahun lalu, kami mengevaluasi kinerja seluruh kepala OPD. Evaluasi ini pen­ting untuk menyinkronkan program di masing-ma­sing OPD agar mendu­kung terlaksananya Situbondo Kunjungan Wisata 2019. Mereka diberi arahan agar saling mengisi program sesuai dengan bidangnya.

Sejauh mana sinergi seluruh OPD?

Untuk menjadi kabu­paten kunjungan wisata, tidak bisa dilakukan Dinas Pariwisata saja, tetapi dinas-dinas terkait juga harus ambil bagian. Contohnya, dalam membangun sarana dan prasarana objek wisata Pantai Tampora, Dinas Pari­wisata tidak bisa sendirian, tetapi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga hadir membangun infrastruk­tur jalan menuju lokasi. OPD harus mulai berbenah, memfokuskan anggaran untuk pembangunan jalan dan fasili­tas serta sarana dan prasarana di objek wisata.

Bagaimana dengan keter­libatan para pemuda?

Pemkab tidak akan bisa apa-apa jika masyarakat Situbondo tidak bergerak dan bekerja bersama-sama. Kami memperbanyak pemben­tukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di desa-desa yang memiliki potensi wisata.

Pelatihan dan pembi­naan, seperti baru-baru ini kami meng­gandeng Kementeri­an Pariwisata memberikan pelatihan dasar Goes To Campus. Para ma­hasiswa diberi materi dasar kepariwisataan, bagaimana berperilaku sebagai tuan ru­mah sehingga mereka bisa menerapkan perilaku tersebut, dan menyebarluaskan pada lingkungan masing-masing.

Bagaimana dengan infrastruktur, sarana, dan prasarana?

Percepatan pembangunan fisik memang jadi prioritas. Pada APBD 2018 kami se­ngaja fokus pariwisata dan infrastruktur. Selanjutnya, fasilitas pendukung dan akses jalan menuju objek wisata. Persiapan-persiapan pem­bangunan infrastruktur atau akses jalan ke beberapa lokasi wisata serta pembangunan sarana dan prasarana sudah mulai tahun ini.

Proyek pembangunan pariwisata di masing-masing OPD diharapkan selesai dalam Oktober tahun ini. Pemkab su­dah menginformasikan sejak perencanaan pada pihak yang memiliki proyek penunjang wisata agar menyelesaikan pada triwulan tiga.

Beberapa pengerjaan yang sudah mulai seperti pemba­ngunan rest area di sekitar objek wisata Kampung Kerapu, infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung di Pantai Tampora. Tahun ini, kami mengarahkan Dinas Perikanan agar segera membuka lelang proyek pembangunan dermaga menjorok ke tengah laut di sekitar lokasi budi daya ikan kerapu.

Bagaimana dengan akses tol?

Dengan adanya proyek tol Probolinggo–Banyuwangi akan menjadi modal besar bagi pariwisata kami. Situbondo akan menjadi daerah transit dari jalur transportasi darat Pulau Jawa dan Bali sehingga penguatan infrastruktur di pin­tu keluar jalan tol di kawasan objek wisata perlu dilakukan.

Kami mengusulkan em­pat pintu ke luar jalan tol di Situbondo, guna memudahkan wisatawan mancanegara dan domestik untuk berkunjung ke objek wisata yang ada, di antaranya di Kecamatan Besuki, kawasan Wisata Bahari Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kecamatan Kota, dan di wilayah timur Kecamatan Asembagus. Nanti akan dibuat klaster di pintu masuk dan keluar di jalan tol itu. Tinggal bagaimana se­mua unsur masyarakat bersatu padu mendukung.

Upaya lainnya?

Tentu yang datang ke Taman Nasional Baluram tidak bisa berlama-lama di Situbondo. Kami upayakan wisatawan tertarik memperpanjang masa tinggalnya, karena itu destinasi wisata baru kami, seperti Tamp­ora, Rengganis, dan lainnya.

Ada juga wisata edukasi kampung organik yang diba­ngun kelompok pemuda Desa Klatakan, yang sejalan dengan program penyuburan tanah Pemkab. Tahun ini akan banyak desa wisata yang bermunculan, seperti Desa Wisata Kebang­saan Wonorejo dan wisata bahari di Desa Gelung.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment