Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
suara daerah

Pemkab Batang Terus Pacu Pengurangan Kemiskinan

Pemkab Batang Terus Pacu Pengurangan Kemiskinan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang berke­inginan agar warganya semakin sejahtera dengan prioritas utama menurunkan angka kemiskinan. Mengen­taskan pengangguran dengan menciptakan 1.000 wirausaha baru. Sejumlah pelatihan wirausaha bagi masyarakat Batang terus dilakukan.

Pelatihan-pelatihan terus dilakukan dan berkelanjutan agar masyarakat mampu dan dapat berwirausaha. Se­lain memberikan pelatihan, memacu ekonomi dengan memberikan pembinaan dan menjembatani dalam mencari permodalan ke perbankan. Hal ini dilakukan agar semakin tumbuh berkembang UMKM di Batang. Apalagi dengan ada­nya kepedulian swasta yang mau bekerja sama.

Untuk mengetahui apa yang dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang agar warganya sejahtera, war­tawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan mewawancari Bupati Batang, Wihaji, di Batang, beberapa waktu lalu. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang dilakukan Pem­kab Batang agar masyarakat sejahtera?

Kami terus melakukan pelatihan-pelatihan wirau­saha, salah satunya dengan menggandeng pihak swasta. Dengan terciptanya sinergi antara pelaku usaha, pihak swasta atau minimarket, dan Pemkab Batang akan memberi dampak positif bagi berbagai pihak. Adanya hubungan sa­ling menguntungkan pedagang UMKM tradisional maupun toko modern, keduanya bisa berkembang bersama-sama, dan pastinya akan berkontri­busi positif pada perekono­mian bangsa.

Upaya apa yang dilakukan agar produk yang dihasilkan wirausaha baru diterima pasar?

Kami meminta agar para wirausaha selalu memuncul­kan ide kreatif dan inovasi agar produknya bisa diterima masyarakat, yang selalu meng­ikuti perkembangan zaman. Harus memiliki keinginan kuat, untuk inovasi dan kreatif untuk menjadikan usahanya terus berkembang. Kami mem­fasilitasi terkait perizinan jika pelaku UMKM di Kabupaten Batang ingin bergabung ber­sama toko modern. Kami siap membantu karena pengurusan perizinan sekarang gratis, silakan ajukan ke kami.

Selain pelatihan wirau­saha, upaya lain?

Memacu ekonomi dengan memberikan pembinaan dan menjembatani dalam mencari permodalan ke perbankan. Hal ini dilakukan agar semakin tumbuh berkembang UMKM di Kabupaten Batang. Apalagi dengan adanya kepedulian swasta yang mau bekerja sama.

Bagaimana agar dapat menurunkan angka kemis­kinan di Kabupaten Batang?

Upaya menurunkan angka kemiskinan menjadi prioritas. Angka kemiskinan saat ini tu­run menjadi di bawah 11 per­sen yakni 10,8 persen. Di ting­kat Jateng angka kemiskinan mencapai 13 persen. Menu­runkan angka kemiskinan nol koma tersebut tidak mudah, tetapi tetap dilakukan dengan mengentaskan pengangguran, menciptakan 1.000 wirausaha baru.

Bagaimana dengan in­vestasi di Kabupaten Batang?

Kami membuka keran investasi seluas-luasnya. Menggenjot kunjungan wisata dengan menggelar program Ayo Piknik Nang Batang 2018, sebelum menuju program Visit to Batang 2022. Batang memi­liki potensi wisata, mu­lai dari pantai, pe­gunungan, wisata alam, dan curug. Batang juga dikenal sebagai kabupaten seribu curug. Paling tidak ada delapan curug yang sudah dikembangkan.

Potensi investasi sejalan de­ngan pembangunan PLTU Ba­tang 2 x 10.000 MW yang diper­kirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja. Ada pabrik kakao dan menyusul segera diopera­sionalkan Pelabuhan Niaga Batang. Pelabuhan Batang sudah diuji coba buat kapal tongkang yang mengangkut material pasir milik PT Waskita Karya guna pembangunan jalan tol. Alhamdulillah tidak ada hambatan.

Pemkab Batang juga me­luncurkan program E-Sakti?

Program E-Sakti yang dikenalkan pada Oktober 2017 ini untuk pemberian santunan bagi warga miskin yang me­ninggal. Setiap warga miskin yang meninggal, keluarganya mendapat santuan satu juta rupiah. Semua laporan ke­matian warga dilakukan secara real time, setiap detik bisa dipantau lewat online. Untuk program ini, kami menyediakan dana dua miliar rupiah pada 2017 dan sembilan mil­iar rupiah pada 2018.

Bisa diceritakan tentang kon­sep Transit Oriented De­velopment (TOD)?

Konsep TOD yang diajukan untuk me­ngurangi dampak tol, disetujui Presiden Jokowi. Konsep tersebut disetujui Presiden, bersamaan dengan 18 bupati se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (Apkasi) dipanggil Presiden Jokowi, di Istana Negara, belum lama ini.

Kebetulan kapasitas saya sebagai Wakil Sekretaris Apkasi, dan saya merupakan satu-satunya kepala daerah di Jateng yang ikut dipanggil. Saat berjumpa dengan Presiden, saya mengajukan konsep TOD guna mengurangi dampak tol dan disetujui Presiden.

Apa kelebihan dari konsep TOD?

Konsep ini dapat mening­katkan pertumbuhan ekonomi di Batang yang terdampak pembangunan jalan tol. Pada arus mudik dan balik Lebaran 2018, para penggerak ekonomi kreatif dan kuliner mengalami penurunan sekitar 60 persen. Sebab rata-rata pedagang yang berada di jalur pantura tidak laku, baik pedagang kecil maupun kelas menengah, ter­masuk rumah makan.

Penambahan exit tol yang diusulkan, ada di dua lokasi. Pertama, di Desa Pasekaran sebagai jalur wisata menuju Bandar dan Dieng, serta akses menuju Kabupaten Banjarne­gara dan Wonosobo. Kedua, di Desa Plelen dengan rest area di KM 398, yaitu di kawasan Pantai Celong, sekaligus untuk menyelamatkan kuliner di wi­layah Kecamatan Gringsing. Di wilayah ini banyak rumah ma­kan yang cukup besar. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment