Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Perundingan Denuklirisasi

Pemimpin Korea Utara Ingin Kembali Bertemu Trump

Pemimpin Korea Utara Ingin Kembali Bertemu Trump

Foto : AFP
Sarah Sanders
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerima surat dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Gedung Putih, Senin (10/9), menyatakan surat tersebut berisi kemungkinan pertemuan lanjutan setelah kedua pemimpin itu berjumpa untuk pertama kalinya di Singapura pada Juni lalu.

“Isi surat itu sangat hangat, sangat positif. “ kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, pada konferensi pers, Senin (10/9). Sanders menjelaskan Pyongyang tampak ingin menunjukkan komitmennya untuk fokus melanjutkan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Dia mengatakan pesan dalam surat juga menunjukkan komitmen berkelanjutan terkait denuklirisasi Korea Utara itu.

“Tujuan utama dari surat itu adalah untuk menjadwalkan pertemuan baru dengan Presiden Donald Trump. Kami sambut dengan terbuka, dan kedua pihak langsung berkordinasi,” ucapnya. Namun, Sanders belum menentukan di mana lokasi pertemuan berikutnya akan berlangsung. Pertemuan Trump dan Kim di Singapura, Juni lalu, telah meningkatkan harapan pada program pembatasan nuklir Korea Utara.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, berjanji untuk terus memainkan peran sebagai mediator untuk memfasilitasi dialog antara Trump dan Kim. “Denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea adalah masalah yang harus diselesaikan antara AS dan Korea Utara lewat negosiasi.

Visi besar dan keputusan berani diperlukan dari kedua pemimpin untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi dalam menghapus senjata nuklir Pyongyang,” kata Moon dalam pertemuan kabinet, Selasa (11/9). Minggu depan, Moon direncanakan akan terbang ke Pyongyang untuk melakukan pertemuan ketiganya tahun ini dengan Kim.

Meskipun Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, telah membatalkan rencana perjalanan ke Korea Utara akhir bulan lalu, surat baru itu menunjukkan tanda-tanda bahwa perundingan masih punya harapan, setelah beberapa minggu mengalami kebuntuan. “Kami kira ini surat yang penting, dan senang bahwa kami telah membuat kemajuan.

Trump layak mendapat pujian karena berhasil membawa kedua pihak ke meja perundingan. Pada akhirnya adalah sangat baik, ketika Anda dapat memiliki dua pemimpin duduk bersama,” tambah Sanders.

Dalam beberapa bulan terakhir, diplomasi Gedung Putih telah menunjukkan sejumlah pencapaian, seperti pembebasan sandera AS, repatriasi perang yang diyakini sebagai anggota pasukan AS, dan jeda dalam uji coba senjata rudal dan nuklir Korea Utara. 

 

AFP/SB/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment