Koran Jakarta | August 18 2017
No Comments
Pemberontak Filipina

Pemimpin Abu Sayyaf Ingin Serahkan Diri

Pemimpin Abu Sayyaf Ingin Serahkan Diri

Foto : istimewa
Radullan Sahiron
A   A   A   Pengaturan Font

MANILA – Seorang jenderal di Angkatan Bersenjata (AB) Filipina, kemarin menyatakan bahwa pemimpin kelompok militan Abu Sayyaf yang telah renta dan hanya memiliki satu tangan bernama Radullan Sahiron telah mengisyaratkan akan menyerahkan diri pada otoritas Filipina. 

“Saya telah bertemu dengan seorang utusan yang ingin bernegosiasi bagi penyerahan diri Radullan Sahiron yang saat ini telah berusia lebih dari 70 tahun dan dicari oleh otoritas Amerika Serikat atas penculikan turis Barat 17 tahun lalu,” demikian pernyatan Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana, Komandan AB untuk wilayah Pulau Jolo, Kamis (20/4). 

“Dia (Radullan Sahiron) ingin menyerah pada otoritas Filipina karena sudah lemah dan lelah dalam pelarian dari satu tempat ke tempat lain,” imbuh Sobejana sembari menambahkan bahwa negosiasi penyerah diri Radullan masih dalam tahap permulaan. 

Pemerintah Filipina telah menurunkan hampir 10 ribu personel militer ke selatan Jolo untuk menumpas kelompok Abu Sayyaf yang baru-baru ini kian mengintensifkan aksi pembajakan dan penculikan. Aksi kejahatan merupakan agenda separatis lain dari kelompok Abu Sayyaf, dan lewat kejahatan ini telah membuat militer Filipina kewalahan dalam memberantas mereka. 

Operasi Penumpasan 

Sebelum muncul kabar rencana penyerahan diri Radullan Sahiron, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, pada Rabu (19/4) mengumumkan akan mengerahkan pasukannya untuk menginvasi markas pertahanan utama Abu Sayyaf di Pulau Jolo dan mengakhiri “permainan” kelompok militan itu setelah pekan lalu kembali mencoba aksi penculikan di sebuah pulau tujuan wisata favorit di Filipina. 

“Saya akan menginvasi Jolo. Seluruh kekuatan AB akan dikerahkan ke sana. Akan ada pertempuran hebat. Jika itu yang mereka inginkan, maka saya akan berikan,” kata Presiden Duterte saat taklimat keamanan di Kota Tagbilaran, Bohol. 

Tak hanya itu. Presiden Duterte juga membuat sayembara berhadiah uang bagi siapa saja yang menangkap hidup atau mati enam petinggi Abu Sayyaf yang masih dalam pelarian. 

Sementara itu Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, pada Februari lalu mengatakan pada Reuters bahwa Radullan Sahiron saat ini mengalami perselisihan yang amat serius dengan para pemimpin Abu Sayyaf yang lebih muda karena mereka ingin bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS). Menurut intelijen Filipina, ISIS memang berminat untuk menancapkan kukunya di wilayah Filipina selatan. 

Menurut Sobejana, persoalan pemberontakan Abu Sayyaf di Filipina selatan peluangnya 60-70 persen akan tuntas jika Radullan Sahiron dan pengikut setianya mau menyerahkan senjatanya. Namun peluang atas hal itu tak memperhitungkan akan adanya suksesi atas Radullan Sahiron dimana pemimpin baru Abu Sayyaf kemungkinan punya agenda militan yang berbeda. Rtr/I-1 

 

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment