Koran Jakarta | May 19 2019
No Comments
Pengembangan Usaha

Pemerintah Salurkan KUR Khusus ke Petani Garam

Pemerintah Salurkan KUR Khusus ke Petani Garam

Foto : ANTARA/HO/HUMAS BNI
PELUNCURAN KUR - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (kanan), Direktur Keuangan Bank Negara Indonesia Anggoro Eko Cahyo (kedua kiri), dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat produk garam berkualitas tinggi hasil tambak di Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (13/4). Sampel garam itu dihadirkan dalam acara Peluncuran Program Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Garam Rakyat yang juga dilaksanakan secara serentak di enam kota di Indonesia.
A   A   A   Pengaturan Font

PAMEKASAN – Pemerin­tah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR), khusus kepada petani garam di Pamekasan, Madura, pekan lalu. Skema KUR khusus garam rakyat itu diharapkan meningkatkan ak­ses pembiayaan kepada petani garam, yang selama ini sulit mengembangkan usahanya karena terkendala modal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasu­tion, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/4) menye­butkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkontri­busi besar terhadap perekono­mian nasional, yakni 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, potensi usaha tersebut berkembang masih ter­batas, salah satunya disebabkan rendahnya akses terhadap pem­biayaan.

Pemerintah, jelas Darmin, memilih Pulau Madura sebagai lokasi utama penyaluran KUR Garam Rakyat karena meru­pakan daerah penghasil garam dapur terbesar di Indonesia. Sekitar seperampat produksi garam nasional berasal dari pulau di timur Jawa itu. Tak hanya itu, Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi den­gan penyaluran KUR tertinggi kedua nasional, dengan total akumulasi penyaluran KUR sebesar 58,6 triliun rupiah ke­pada 2,8 juta debitur.

“Sejumlah kemudahan dis­ertakan dalam KUR Khusus ini, antara lain suku bunga rendah, hanya 7 persen per tahun, serta mekanisme yarnen (bayar se­telah panen-red) atau sesuai dengan satu siklus usaha,” kata Darmin.

Selain itu, dia juga mendo­rong penggunaan kartu pintar untuk menggantikan formulir pengajuan pinjaman KUR. Hal itu akan mempermudah petani garam hendak mengajukan pin­jaman yang berulang, sekaligus memudahkan pula bagi bank penyalur untuk mengontrol tingkat kepatuhan peminjam.

Dalam praktiknya, pinjaman tidak harus penuh sepanjang satu tahun. “Kalau petani garam mungkin hanya butuh pinjam enam bulan, jangan dipaksa me­minjam untuk setahun. Pakainya skema yarnen, bayar saat panen. Kalau panen dalam enam bu­lan, langsung dibayar utangnya, bayar bunganya hanya 3,5 per­sen saja,” urai Darmin.

Sebagai informasi, skema KUR khusus adalah pinjaman yang diberikan kepada UMKM yang dikelola secara bersama dalam bentuk kelompok den­gan off-taker perusahaan besar.

Penerapan Teknologi

Gubernur Jawa Timur, Kho­fifah Indar Parawansa mendo­rong Bupati dan para Rektor pemimpin universitas di Mad­ura untuk melahirkan centre of excellence bagi industri garam rakyat, penerapan teknologi tepat guna, hingga standari­sasi produk garam rakyat di Madura, sehingga harga belin­ya bisa meningkat di tingkat pengepul.

“Dengan begitu, butiran garam bernilai laksana berlian bagi masyarakat Madura, bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya”, tutup Khofifah. bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment