Pemerintah Lebanon Bubar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Pemerintah Lebanon Bubar

Pemerintah Lebanon Bubar

Foto : AFP/DALATI AND NOHRA
Hassan Diab
A   A   A   Pengaturan Font
Selang sepekan setelah tragedi ledakan maut di pelabuhan Beirut yang menewaskan banyak warga, pemerintah Lebanon pun mengumumkan mundur.

BEIRUT – Perdana Menteri Hassan Diab pada Senin (10/8) mengumumkan bubarnya pemerintahan di Lebanon. Pemerintah Lebanon mundur setelah ada tekanan terkait tragedi ledakan  di pelabuhan Beirut 6 hari sebelumnya yang memicu aksi protes dan kemarahan dari rakyat.

“Saya umumkan bubarnya pemerintahan,” kata PM Diab, 61 tahun, dalam pidato yang disiarkan saluran televisi. "Tindak korupsi mereka menciptakan tragedi ini. Di antara kita dan perubahan, berdiri kokoh tembok tebal yang dilindungi oleh taktik kotor mereka," imbuh dia sembari menerangkan bahwa dirinya pun merupakan korban dari tindak korup yang dilakukan elite politik di negaranya walau rakyat Lebanon menyebutnya sebagai boneka dari pada seorang korban.

Saat Diab berpidato, pasukan keamanan di pusat Ibu Kota Beirut kembali bentrok dengan demonstran yang menuntut diakhirinya sistem politik yang dipandang tidak kompeten, korup dan didominasi oleh kepentingan sektarian dan dinasti keluarga penguasa. Sudah 3 hari berturut-turut di Lebanon terjadi aksi protes yang diakhiri dengan bentrokan dengan aparat keamanan.

Saat ini pemerintahan hanya berfungsi dalam kapasitas sebagai pengemban tugas sementara hingga pemerintahan baru terbentuk setelah dipilih melalui pemilihan umum yang mungkin baru bisa terlaksana beberapa bulan lagi.

Sebelum PM Diab mengumumkan bubarnya pemerintahan, 4 menteri dalam kabinetnya menyatakan mundur dengan alasan pemerintah enggan bertanggung jawab dalam tragedi ledakan maut itu serta sama sekali tak menunjukkan rasa simpati pada korban.

 

Rencana Suksesi

Sementara itu dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron yang menanggapi perubahan politik yang amat dramatis di Lebanon, menyerukan agar segera terbentuk pemerintahan yang baru.

"Aspirasi yang diungkapkan oleh warga Lebanon terkait hal reformasi dan pemerintahan harus didengarkan," ucap Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, seraya menambahkan bahwa pemerintah baru harus bisa membuktikan dirinya kepada rakyat.

Terkait rencana suksesi, harian Al-Akhbar menulis diplomat senior bernama Nawaf Salam saat ini dijagokan sebagai pengganti Diab. Salam, 66 tahun, pernah jadi Duta Besar Lebanon untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ia pun pernah menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional yang didukung PBB.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Lebanon pada Selasa (11/8) melaporkan ada sekitar 160 orang tewas, 6.000 orang luka-luka, dan 20 warga lainnya masih dinyatakan hilang  dalam malapetaka ledakan yang terjadi pekan lalu.

Setelah hampir sepekan terjadinya insiden yang mematikan itu, warga dan sukarelawan masih melakukan aksi bersih-bersih puing-puing yang berserakan di jalanan dekan pelabuhan Beirut. Warga Lebanon sebagian besar menyalahkan kelalaian pejabat atas terjadinya tragedi ledakan ini. SB/AFP/I-1

 

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment