Koran Jakarta | July 22 2017
No Comments
Pembangunan Wilayah

Pemerintah Diminta Perhatikan Warga Entikong

Pemerintah Diminta Perhatikan Warga Entikong

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

SANGGAU - Pemerintah pusat diharapkan bisa memberikan perhatian lebih terhadap wilayah-wilayah yang ada di perbatasan Indonesia. Terlebih, wilayah-wilayah tersebut menjadi kawasan yang terdepan, seperti di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

“Saat ini, warga masih bergantung kepada Malaysia terkait konsumsi barang, bahan pokok, dan sembako untuk kebutuhan sehari-harinya.

Pasokan dari kami kurang. Kalau ada, harganya lebih mahal dari Malaysia,” kata Kepala Desa Entikong, Raden Nurdin, saat bercerita kepada para wartawan yang mengunjungi perbatasan bersama Dinas Penerangan TNI AD, di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (18/5).

Ia menjelaskan ketergantungan warga Entikong dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok karena adanya kemudahan yang diberikan oleh Malaysia. “Belanja di Malaysia lebih dipermudah. Setiap warga boleh belanja sampai 600 ringgit per bulan,” ucap Nurdin.

Namun, itu semua tidak boleh diperjualbelikan sebagaimana kesepakatan Border Trade Agreement (perjanjian perdagangan perbatasan) atau Kartu Identitas Batas yang ditandatangani sejak tahun 1970. “Agar warga tidak tergantung lagi sama Malaysia, pemerintah setidaknya bisa memberikan pasokan bahan pokok yang cukup dan terjangkau bagi warga,” ucap Nurdin.

Nurdin sedikit memberikan contoh terkait keberadaan gas yang sebelumnya memakai produk Malaysia, tetapi setelah ada gas 3 kg yang bersubdisi dari pemerintah, semua warga memakai gas “Melon” tersebut.

Fasilitas Kesehatan

Sebenarnya bisa kalau pemerintah memberikan pasokan cukup. Tidak hanya itu, Nurdin juga meminta fasilitas kesehatan di Entikong diperhatikan. Saat ini, hanya ada satu puskesmas di wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut.

“Di sini, warga menengah ke atas itu berobat ke Malaysia karena sarana pengobatan belum memadahi dan rumah sakit belum ada,” ucap Nurdin.
Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalion Infanteri 131/ Braja Sakti, Letkol Inf Denny, mengatakan pihaknya hanya ikut membantu masyarakat yang berada di Entikong.

“Tugas kami selain menjaga perbatasan, ya ikut membantu kegiatan masyarakat lewat karya bakti pembangunan infrastruktur, membantu mengajar hingga pelayanan kesehatan,” kata Letkol Denny. fdl/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment