Koran Jakarta | June 21 2018
No Comments
Koordinasi Kebijakan

Pemerintah-BI Cermati Pergerakan Rupiah

Pemerintah-BI Cermati Pergerakan Rupiah

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Jaka akartata – Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI) akan terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang masih terpengaruh oleh tekanan eksternal akibat normalisasi kebijakan moneter di AS.

“Kita dan BI terus mencermati perkembangan yang terjadi dengan mata uang dollar AS, terutama yang memang akan terus mengalami pergerakan di dalam konteks normalisasi kebijakan di AS,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Untuk meredam gejolak tersebut, Sri Mulyani memastikan pemerintah akan menjaga pondasi ekonomi Indonesia dari sisi APBN agar kepercayaan para pelaku pasar tidak tergerus oleh tekanan global yang juga disebabkan oleh perkembangan geopolitik.

“Hasil dan kinerja sampai Mei menunjukkan APBN baik dari sisi pendapatan yaitu perpajakan dan PNBP yang meningkat sangat signifikan dan belanja negara tetap terjaga dan defisit terus dijaga sesuai UU APBN,” ujarnya.

 

Jaga Stabilitas

 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga meyakini bank sentral telah mempunyai bauran kebijakan dari sisi moneter yang disiapkan untuk menjaga stabilitas perekonomian. “Kami bersama-sama akan menjaga perekonomian Indonesia karena ketidakpastian yang berasal dari policy AS, baik itu ekonomi maupun di bidang geopolitik, pasti mempengaruhi harga minyak, suku bunga global, maupun mata uang,” ujarnya.

Melalui upaya koordinasi tersebut, Sri Mulyani mengharapkan pondasi ekonomi nasional makin kuat dan kinerja pembangunan tidak terganggu, meski saat ini sedang terjadi gejolak nilai tukar di pasar finansial. Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (18/5) sore, bergerak melemah sebesar 99 poin menjadi 14.144 rupiah dibandingkan posisi sebelumnya 14.045 rupiah per dollar AS.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, juga ditutup melemah sebesar 32,61 poin karena terpengaruh sentimen negatif dari pergerakan rupiah. “Mata uang rupiah yang melemah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi IHSG kembali berada dalam area negatif,” ujar Analis Teknikal Panin Sekuritas William Hartanto.

IHSG BEI ditutup melemah 32,61 poin atau 0,56 persen menjadi 5.783,31, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 8,01 poin (0,86 persen) menjadi 918,89. Dia mengatakan nilai tukar rupiah yang masih berada di atas level Rp14.000 per dollar AS ini di luar ekspektasi pelaku pasar, karena sebelumnya BI telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. 

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment