Pemerintah Berupaya Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Terkait Realisasi Investasi

Pemerintah Berupaya Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Pemerintah Berupaya Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Foto : ANTARA/NOVA WAHYUDI
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan cara memperbanyak investasi. Namun, selama ini pertumbuhan ekonomi sebagian besar ditopang konsumsi rumah tangga, bahkan sumbangannya mencapai 55 persen.

 

Tentu hal ini bukanlah pertumbuhan yang sehat sebab pertumbuhan ekonomi dikatakan sehat jika didominasi oleh investasi dan ekspor. Untuk itu, ke depan, pemerintah harus mendorong makin banyaknya investor masuk serta meningkatkan nilai ekspor.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Kementeri­an Perindustrian ke depan dalam menarik investasi, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, berke­sempatan mewawancarai Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam beberapa kesempatan terpisah, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikannya.

Apa yang disiapkan pemerintah untuk menerima realisasi investasi?

Kami tentu punya persiapan. Kami memfasilitasinya melalui pembangunan kawasan industri. Langkah ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, karena industri harus berada di dalam kawasan industri. Hingga kini sudah ada 103 kawasan indus­tri yang beroperasi, dengan total cakupan wilayah mencapai 55.000 hektare. Sementara itu, terdapat 15 kawasan industri yang masih dalam proses konstruksi dan 10 kawasan industri pada tahap perencanaan.

Apakah sudah ada yang beroperasi?

Dari 103 ka­wasan industri yang sudah operasional itu, 58 di antaranya berlokasi di Pulau Jawa, lalu 33 di Pulau Sumatera, delapan di Kalimantan, dan empat di Sulawesi. Sejak tahun 2014, ada peningkatan hingga 20 kawasan industri. Peningkatan sebesar 28,15 persen.

Bagaimana ke depannya, apakah masih ditambah?

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, pemerin­tah berkomitmen membangun sejumlah kawasan industri prioritas di luar Jawa. Artinya, lima tahun ke depan, pemerintah konsisten untuk terus mendorong pengembangan industri di luar Pulau Jawa.

Seperti apa tantangan yang dihadapi?

Tantangan itu mulai dari proses pe­nyiapan dokumen, lahan dan tata ruang, perizinan, kebutuhan akan infrastruktur, pengelolaan dan pencarian tenant serta kenyamanan berusaha ke de­pannya. Tentunya upaya percepa­tan tersebut membutuhkan kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami mengaperesiasi karena banyak pemda yang menawarkan pembangunan kawasan industri di daerahnya.

Selain, membangun kawasan, apa yang dipersiapkan untuk menerima investasi ini?

Pemerintah berupaya mencip­takan iklim investasi yang kon­dusif. Kami harus memberikan kepercayaan kepada para calon investor bahwa kegiatan usaha di sektor industri di Indonesia masih prospektif. Pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas baik melalui pemberian insentif fiskal (tax holi­day, tax allowance, super deduction tax) maupun yang nonfiskal.

Upaya lainnya?

Upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk pengendalian impor yakni dengan memberlaku­kan aturan safeguard (pengamanan perdagangan) untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Dalam aturan safeguard, Kemenperin men­dorong diterapkan di industri alas kaki. Langkah ini diperlukan untuk melindungi industri alas kaki dalam negeri dari serbuan produk impor.

Seberapa besar investasi di Indonesia yang sudah masuk?

Kemenperin mencatat, investasi sektor industri dari tahun 2015 sampai semester I tahun 2019, total mencapai 1.173,5 triliun rupiah. Pada periode tersebut, penyumbang investasi terbesar dari sektor industri logam, mesin, dan elektronik yang menyentuh angka 266,13 triliun rupiah, diikuti indus­tri makanan sebesar 257,47 triliun rupiah. fredrikus w sabini/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment