Koran Jakarta | May 23 2017
No Comments
Operasi Intelijen

Pembunuhan Kim Jong Nam Libatkan WNI

Pembunuhan Kim Jong Nam Libatkan WNI

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR. – Kepolisian Malaysia menahan tersangka ketiga pembunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un. Tersangka ketiga yang berjenis kelamin laki-laki itu diyakini merupakan kekasih tersangka pembunuh yang berpaspor Indonesia. Identitas dan kewarganegaraan tersangka ketiga belum dipublikasi ke publik.

“Dia ditahan di sebuah fasilitas imigrasi karena dia adalah pacar terduga pembunuh kedua yang berasal dari Indonesia,” kata Abu Samah Mat, Kepala Polisi Negara Bagian Selangor, Kamis (16/2).

Seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia saat ini telah ditahan bersama satu perempuan berkewarganegaraan Vietnam bernama Doan Thi Huong, 29 tahun. Pelaku asal Indonesia itu diketahui berdasarkan paspornya bernama Siti Aisyah, 25 tahun.

Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah mengonfirmasi Siti Aisyah sebagai warganegara Indonesia dan telah meminta akses kekonsuleran ke Pemerintah Malaysia agar dapat memberikan pendampingan guna memastikan hak-hak hukum perempuan berpaspor Indonesia itu terpenuhi.

Kepala Satuan Diraja Polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengatakan Siti Aisyah ditangkap pada Kamis, pukul 02.00. Dia diidentifikasi berdasarkan rekaman CCTV di bandara dan sedang sendirian pada saat penangkapan.

Kim Jong Nam, kakak tiri sulung Kim Jong Un, diduga kuat telah dibunuh pada Senin (13/2) dengan cara diracun di bandar udara Kuala Lumpur, Malaysia. Kim Jong Nam tewas dalam perjalanan saat menuju ke Rumah Sakit.

Pemerintah Korut sampai berita ini ditulis belum memberikan keterangan soal kematian Kim Jong Nam. Kantor kedutaan Korut di Malaysia pun tidak mau menjawab pertanyaan terkait hal ini.

Sumber di Beijing yang memiliki hubungan dengan pemerintah Korut dan Tiongkok mengatakan Pyongyang tidak ada sangkut-pautnya dengan pembunuhan tersebut. “Kim Jong Nam tidak ada kaitannya dengan pemerintah Korut. Pemerintah Korut sedang menginvestigasi,” kata sumber tersebut.

Fadzil Ahmat dari Kepolisian Malaysia mengatakan Kim Jong Nam berada di bandar udara Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengejar sebuah penerbangan ke Makau, Hong Kong. Namun, berdasarkan gambar di CCTV, secara mengejutkan ada orang yang menariknya ke belakang, yakni dua perempuan yang diduga kuat agen utusan pemerintah Korut, yang kemudian diketahui Kim Jong Nam. Ketika itu dia merasa sangat pusing dan berteriak meminta bantuan. Rtr/uci/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment