Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

Pembuktian Dua Bintang Afrika

Pembuktian Dua Bintang Afrika

Foto : AFP/ JAVIER SORIANO
A   A   A   Pengaturan Font

Mane dan Mahrez sama-sama yakin mampu merebut gelar Piala Afrika 2019. Bagi Senegal, akan menjadi yang pertamakalinya, sedangkan bagi Aljazair akan menjadi yang kedua.

KAIRO – Dua bintang sepakbola Afrika, Sadio Mane dari Senegal dan Ri­yad Mahrez dari Aljazair akan menjadi pusat per­hatian ketika dua Negara tersebut saling berhadapan di partai puncak Piala Afri­ka 2019 yang akan digelar di Stadion Internasional Kairo, Mesir, Jumat (19/7) waktu setempat atau Sabtu (20/7) dini hari WIB.

Mane membawa Senegal ke final setelah mengalah­kan Tunisia 1-0 di semifinal. Namun penyerang Liverpool yang membawa klub Ing­gris itu merebut gelar Liga Champions tersebut, baru mencploskan tiga gol sepan­jang perhelatan Piala Afrika.

Ketajaman Mane bersa­ma Liverpool diharapkan mampu bias diperihatkan saat Senegal menghadapi Aljazair. Terebih lagi, Sene­gal berambisi merebut gelar sepakbola paling bergengsi di benua Afrika untuk per­tamakalinya dalam se­jarah mereka.

Pelatih Senegal Aliou Cisse merasa bangga dengan pen­capaian timnya saat ini. Menurut dia, generasi Mane dan kawan-kawan menja­di yang terbaik sepanjang sejarah sepakbola Senegal, termasuk dalam generasinya yang bisa menembus final Piala Afrika 2002 lalu.

“Saya sangat bangga. Kami sudah tidak bisa men­capai final selama 17 tahun. Ini adalah buah dari persia­pan yang panjang. Beberapa pemain bekerja ekstra keras dalam lima tahun terakhir dan ini adalah buah dari itu,” kata Cisse, seperti dikutip dari Egypt Today.

Mane juga mengaku trofi Piala Afrika 2019 merupakan mimpinya selama ini. “Me­menangkan kompetisi den­gan negara kami yang belum pernah meraih gelar itu akan terasa luar biasa,” ujar Mane dikutip dari Marca. “Semua kini berada di tangan kami. Sudah jelas bahwa kami ada­lah unggulan di turnamen ini. Namun hal itu saja tak cukup membuat kami juara. Kami harus tetap berada di level terbaik di setiap pertandingan,” tandasnya.

Sedangkan Mahrez mem­bawa Aljazair ke final setelah menyingkirkan Nigeria 2-1, melalui gol tendangan bebas spektakulernya. Sama den­gan Mane, sejauh ini pemain Manchester City itu sudah mengemas tiga gol di Piala Afrika.

Aljazair pernah merebut Piala Afrika pada 1990. Kini Mahrez berharap mam­pu memberikan trofi yang kedua bagi negaranya.

“Kami sangat bangga bisa membuat orang-orang di negara kami senang. Itulah tujuan kami, keberhasilan ini untuk orang-orang kami, keluarga kami. Kami tahu mereka selalu bersama kami memberikan dukungan setiap saat dan kami ingin membalas itu semua,” kata Mahrez seperti dilansir Daily Mail.

“Sekarang mimpi saya adalah menjuarai Piala Afri­ka. Kami masih punya satu laga yang harus dimenang­kan. Kami harus fokus kare­na lawan yang kami hadapi adalah Senegal. Tapi Insya Alllah kami akan mencoba meraih kemenangan,” katan y a lagi.

Nigeria Ketiga

Sementara itu Odion Ighalo mening­katkan peluangnya untuk memenangkan penghar­gaan Sepatu Emas di Piala Afrika. Ighalo menjaringka gol kemenangan Nigeria untuk memastikan timn­ya berada di posisi ketiga Piala Afrika dengan ke­menangan 1-0 atas Tu­nisia, Kamis (18/7) dini hari WIB.

Pemain depan Shang­hai Shenhua yang beru­sia 30 tahun mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut, hanya 130 detik setelah kick-off di Stadion Al Salam, Kairo.

Ighalo menyambut umpan silang Jamilu Collins untuk mengalah­kan penjaga gawang Tu­nisia Moez Ben Cherifia.

Itu menjadi gol ke­limanya di turnamen sepakbola antar negara-negara Afrika. Catatan itu membuatnya ung­gul dua gol dari rival ter­dekat Riyad Mahrez, Adam Ounas, Cedric Bakambu dan Sadio Mane, yang masing-masing memiliki tiga gol.

Pemain Aljazair, Mahrez dan Ounas ser­ta Mane yang berasal dari Senegal memiliki kesempa­tan untuk meningkatkan to­tal gol mereka ketika kedua negara berhadapan pada laga final hari Jumat malam waktu setempat di Stadion Internasional Kairo. ben/AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment