Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Penggerak Perekonomian

Pembiayaan Berkelanjutan Dorong Pertumbuhan

Pembiayaan Berkelanjutan Dorong Pertumbuhan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomit­men menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendo­rong kinerja pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan upaya kelestarian lingkungan dan sosial masyarakat.

“OJK akan melakukan pen­dalaman pasar keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang memperhatikan dampak sosial dan lingkungan,” kata Ketua De­wan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Hal tersebut diungkapkan Wimboh pada Dinner Recep­tion The 6th Sustainable Banking Network (SBN) Global Meeting pada acara Tri Hita Karana Road­map for Blended Finance yang diselenggarakan oleh OECD dan Tri Hita Karana di Washington D.C, Amerika Serikat (AS).

Menurut Wimboh, bagi neg­ara berkembang seperti Indone­sia, upaya mendorong pertum­buhan ekonomi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, antara lain dengan membangun infrastruk­tur di berbagai daerah.

“Namun demikian, pem­bangunan infrastruktur yang masif ini harus memperhati­kan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari. Untuk itu, pembangunan infrastruk­tur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sa­saran pembangunan berkelan­jutan,” ujarnya.

Dia menambahkan industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis hijau, sehingga pembangunan infrastruktur da­pat dilakukan dalam koridor ra­mah lingkungan dan sosial.

Program Sistematis

Saat ini, sejumlah hal perlu dilakukan untuk mendorong berkembangnya pembiayaan berkelanjutan seperti tersedi­anya program yang sistematis dan masif untuk memasti­kan kepedulian di semua pe­mangku kepentingan maupun kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Selain itu, kebutuhan eko­sistem yang semakin lengkap dan komitmen dari komunitas global untuk membantu nega­ra-negara berkembang dalam menyediakan ekosistem yang dibutuhkan.

Dalam konteks pengem­bangan pembiayaan berkelan­jutan ini, OJK dalam tiga tahun terakhir, telah melakukan berb­agai hal seperti menyusun peta jalan, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan obli­gasi maupun sukuk hijau, sosia­lisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan.

Upaya ini telah didukung oleh lembaga naungan Grup Bank Dunia, International Fi­nance Corporation (IFC), yang telah berkomitmen masuk ke pasar obligasi hijau Indonesia senilai 1,5 miliar dollar AS pada 2019 dan Sustainable Banking Network. mad/Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment